Pertama datang beberapa menit sesudah maghrib. Mbah-ku yang di Kudus bernama Basyir meninggal dunia. Basyir adalah Paman Bapak yang paling muda atau saudara Mbah yang paling bungsu. Tapi sayang, jangankan Aku, Bapak-pun tidak pernah bertatap muka dengan almarhum, semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Tuhan.
Sekilah mengenai silsilah keluarga. Buyutku atau Mbah Bapakku, bernama Sardi lahir dan berpulang di Gelagah Kulon, Kudus, Jawa Tengah, bergitu juga dengan istrinya yang bernama Jimah. Mereka mempunyai empat anak:
1. Sugito (berpulang di Jawa)
2. Mito Sardiman (berpulang di Jawa)
3. Mukanah (berpulang di Jawa)
4. Mukhayat (Mbahku atau Orang tua Bapakku, berpulang di Riau)
5. Basyir (berpulang di Jawa)
Mungkin Basyir-lah Mbak terakhirku dari keluarga Bapak dan itu-pun sudah meninggalkan kami tampa sempat ke Kudus.
Duka kedua datang dari Riau beberapa menit saja setelah kedatangan berita pertama. Orang tua ketua Blogger Bertuah, Taufik Asmara meninggal dunia. Saya, Hendrawan turut berduka cita. Semoga, amal perbuatan orang tua saudara kami ini diterima disisi Tuhan, amin. Saya mohon maaf kepada Bang Taufik tidak bisa hadir karena kecapean baru pulang dari Riau Pos tadi sore. Sambil berharap Bang Taufik ditabahkan hatinya.
Berta hati rasanya tidak datang bertakziah bersama-sama Blogger Bertuah (Komunitas Blogger Pekanbaru) ke rumah Bang Taufik setelah Nanlimo menelpon. Saya-pun tambah segan karena beberapa menit kemudian Sang Penyamun juga ikut serta mengajak saya, tapi apa daya masih capek.
