Tampilkan postingan dengan label Curahan Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curahan Hati. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Maret 2020

Percobaan Penculikan Anak SD di Bangkinang

Saya terheran dapat forward chat WA dari kawan soal percobaan penculikan anak SD. Katanya kiriman chat dari seorang guru SD tempat anak itu coba diculik

Yang buat saya suntuk, bisa ya seorang guru SD buat ''laporan'' terstruktur, bahkan ada kata-kata ''kronologi''. Makin heran, di akhir chat itu, dia menyimpulkan sendiri bahwa penculikan sudah marak. Ibu ini mungkin pemerhati penculikan anak mungkin ya, yang tahu informasi sudah berapa kali percobaan penculikan anak di Riau ini selama beberapa bulan terakhir.

Saya pasti tak percaya. Ya, langsung jadi PR konfirmasi ke SD tersebut jadinya...

Karena, isi chat WA itu, pola tulisannya hampir seragam dengan tulisan/cerita percobaan penculikan anak di sekolah lainnya yang sudah terbukti hoax.

Lalu tulisan atau isi chat WA itu terstruktur, tanpa tanggal, hari dan tahun. Aksi percobaan penculikannya dramatis, seakan-akan penulis/ibu guru itu bisa melihat kejadian dari sudut pandang orang ketiga.

Kemudian, tak lupa, menjelang penutupan tulisan yang cepat sekali tersebar di wa group/fb itu, langsung ada kesimpulan dengan pesan senada. Bahwa ''penculikan lagi marak''. Kalau iya kisah hampir diculik itu ditulis ibu itu, berarti dia yang buat kesimpulan sendiri kan?

pengirim WA itu alias guru itu malah tak menyebutkan, apakah dia langsung yg liat atau hasil cerita guru lain, atau dia dapat dr kriman siapa.

Tak sampai 30 menit saya dapat chat WA itu, dapat pula info dari chat WA group punya Bang Azwan, Pejabat di Kampar. Benar, itu hoax.

Jumat, 31 Januari 2020

2019 Itu Memang Gila

     Meninggalkan istri yang sedang hamil itu berat. Tapi ternyata meninggalkan istri sedang beranak kecil, lebih berat. Itu yang saya alami pada 2019, setelah pada 2018 ditugaskan di Kabupaten Kampar. Istri di Siak Hulu, saya di Bangkinang. Jaraknya sekitar 80 menit dengan sepeda motor.

     Saya bekerja di sebuah perusahaan yang besar, terbesar malah untuk pangsa pasarnya. Saya bilang begitu karena perusahaan ini punya ''anak'' di lima provinsi. Namun kapal besar yang sudah berumur 28 tahun, tapi anak sudah terlanjut banyak. Beberapa masih menyusui.

      Kapal besar tidak lagi main di selat, apalagi di sungai. Tapi dipaksa berlayar ke laut lepas. Laut lepas itu bernama era digital. Yang diarungi bukan ombak Laut Cina Selatan, tapi tsunami informasi dari media sosial.

      Makin tinggi pohon, makin besar angin yang menerpa. Tahun ini agaknya revolusi. Kekeluargaan di perusahaan masih kuat, tapi mungkin mulai menerapkan disiplin gaya ''patrialinelistik''. Gambarannya, atasan itu mungkin Bapak, keluarga paling dekat. Tapi kalu anaknya degil, anak tetap dilibas seperti melibas orang lain.

      Tuntutan besar. Tidak hanya produktivitas, tapi juga terkait kualitas, sekaligus profitabilitas dari masing-masing individu juga dituntut. Semua harus sejalan. Produktivias harus nomor satu, begitunya dengan kualitas, tapi profitabilitas tidak boleh dinomorduakan.

       Itu semua harus bisa sejalan dan sama kuat dan harus ditingkatkan. Kalau perlu diperah. Kalau kata Bosnya Bos Besar asal Surabaya itu, sekali perintah keluar, ya harus bisa. Tidak boleh tidak bisa.

      Padahal kondisi saat itu, tidak hanya tsunami informasi yang dilawan. Tapi benar-benar tsunami bagi kami yang sudah mulai tergolong manja. Tsunami bagi kami yang sudah mulai terbuai dengan kebesaran selama 28 tahun. Logistik lebih sering menipis. 2019 memang gila!

      Tapi tahun itu, yang penuh keringat itu, seperti terbayar di akhir tahun. Ketika usia kami menginjak 29 tahun. Ternyata kami benar-benar bisa. Target tercapai, produktivitas boleh juga. Tapi kualitas? Ada tiga penghargaan nasional plus 1 penghargaan individu paling prestisius tingkat nasional untuk profesi utama dalam menjalankan bisnis tipe perusahaan ini.

      Layak dirayakan. Sehari dua hari iya. Gembira, banga dan lena. Tapi kapal besar sedang menuju laut lepas dengan tsunami yang lebih besar. Seperti tidak ada waktu untuk bersantai. Menjalani hidup dan hari-hari tanpa koma.

*Tanggapan terhadap tiga penghargaan yang digapai Riau Pos dalam ajang penghargaan tahunan Jawa Pos Group dan kembali dapatnya Adinegoro bang Muhammad Amin. Semoga saya segera nyusul Bang Amin. Kelak.

Kamis, 21 Oktober 2010

KKN dan PPL

Dua kegiatan wajib kemahasiswaan bagi mahasiswa pendidikan membuat blog ini benar-benar vakum, tidak di-update beberapa bulan belakangan. Sebenarnya bukan hanya dua hal diatas saja faktornya, faktor malas menulis juga mempengaruhinya. Ya akhir-akhir ini saya ketagihan page Facebook. Bagaimana nggak asyik, sekali nge-post di wall, lebih kurang dua menit kemudian setidaknya rata-rata ada 20-an orang yang nge-like dan belasan memberikan komentar.

Jadi, pada Juli-Agustus dua bulan penuh hanya menghabiskan waktu untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pangean, Kuansing. Mungkin karena terlalu seru KKN di desa Pulau Rengas itu, jadi lupa buat tulisan di blogger Riau ini. Setelah balik dari tempat KKN, dilanjutkan pula dengan Praktek P Lapangan (PPL) di Rumbio Jaya, Kampar. Tepatnya di SMAN 2 Kampar. PPL ini lebih lama karena memakan waktu tiga bulan dari Oktober hingga Desember mendatang.

Padahal disela-sela KKN dan PPL tugas kantor juga harus diselesaikan. Sebelum berangkat KKN saja, terpaksa nyetok tugas sebulan penuh selama bulan Juni. Sekarang PPL walaupun tidak menginap, tapi pulang balik dari Pekanbaru ke Kampar ternyata cukup menguras waktu dan energi hingga harus mengkonsumsi multivitamin, hehehe...

Mudah-mudahan walaupun sedang PPL saat ini, tulisan di blog tetap bisa di-publish. Ya setidaknya sebagai syarat agar tak jadi Blogger Vakum. Salam Blogger!

Selasa, 22 Juni 2010

Kesempatan Kedua

Hallo... ini benar Ncek Hendrawan?
Ya, Hendrawan (suara berat)
Ya, Saye dari perwakilan Firefly yang pernah kontek Ncek lewat email tempo hari
Ada apa pak? sudah di Pekanbaru?
Ya, saye boleh minta tolong tak, macam mane saye bisa mempromosikan maskapai (Firefly) ini? Dimane kite bole berjumpe?
Wah... mohon maaf pak, saya tidak bisa. Ini lagi ada acara (Padahal lagi tidur2an di kamar)
Please lah, Boleh tolong saye tak?
Bagaimana ya, sulit pak...
Atau tolong beri tahu saye kemana saye harus pergi ni Ncek?
Hmm.. pergi saja ke kantor Walikota Pekanbaru di tengah kota jalan sudirman,.. atau pergi ke Surat Kabar Riau Pos saja menggunakan Taksi
Oh.. begitu, terima kasih banyaklah ye Ncik Hendrawan
Sama-sama pak...

Itu adalah hasil Telponan orang luar negeri pertama yang saya terima. Bapak itu mungkin Marketing/Public Relation Firefly Malaysia yang sempat melayani rute Pekanbaru - Pangkal Pinang jika tidak salah.

Kenapa Datuk ini sampai bisa menelpon saya?
Jauh sebelum percakapan yang terjadi sore hari kurang lebih satu tahun lalu itu, saya sudah sering email2-an sama Sang Datuk. Dia mengetahui saya melalui salah satu blog kesayangan saya: PekanbaruRiau.Com.

Si Datuk, saya lupa namanya, sudah memberitahukan bakal datang ke Riau dalam waktu dekat. Namun tak disangka, saya baru pulang meliput dan badan terasa capek sekali sudah mengatur tidur saat dia menelpon. Ya terpaksa saya batalkan. Seminggu kemudian saya lihat iklan Maskapai Firefly Malaysia itu di Harian Riau Pos.

Itu yang pertama. Setelah itu, baru-baru ini, kalau tidak salah pada April lalu. Seorang pengusaha ikan, seorang nyonya2 dengan dialek Tiong Hoa-Malaysia-nya juga sempat menelpon saya hingga memakan durasi 33 menit. Panas HP E71 saya dibuatnya. Ia juga mengaku mendapat no hp saya di PekanbaruRiau.Com

Sempat terpikir pula saya ingin menjual atau menghapus blog pertama saya, yang saya buat pada September 2007 lalu itu. Karena sangat menyusahkan, rekan-rekan.. ya karena sering ditelpon begitu. Itu baru dua orang Malaysia, yang dari dalam negeri banyak tapi tidak menyusahkan, paling cuma say hallo.. atau saya lagi jalan2 ke warnet terus ada yang bilang, eh.. Ada Hendrawan! seraya bergumam tak sengaja karena melihat saya (saya langsung pasang tampang cool mode on) :D

Kesempatan Kedua Lalu, baru beberapa hari yang lalu, lagi-lagi saya harus berurusan dengan Orang Malaysia. Kali ini dari majalah yang bekerja sama dengan Riau Airlines, yang ikut mempromosikan Riau di Malaysia, agar banyak orang Malaysia terbang ke Riau.

Nah, kali ini, kesempatan kedua ini, saya tidak mau menyesal lagi seperti kesempatan-kesempatan yang lalu. Dengan semangat Bushido, eh dengan semangat mempromosikan daerah Riau dan kota Pekanbaru, atas nama PekanbaruRiau.Com saya akan bertemu dengan mereka dalam waktu dekat.

Berdasarkan email yang saya dapat, dia akan datang hari Rabu, 23 Juni 2010 atau paling lambat 2 minggu ke depan, sebelum Juli. Nah, jika orang Malaysia ketiga yang ingin bertemu saya ini datang sesudah tanggal 30 Juni, akibatlah kesempatan kedua saya buyar, karena pada tanggal 1 Juli saya sudah harus KKN ke Pulau Rengas, Kec. Pangean - Kabupaten Kuansing.

Lihat Screenshot Email (Alamat email di blur menjaga privacy)

Sabtu, 08 Mei 2010

Catatan Masa Muda

Untuk yang akan atau telah memberi dan diberi kesempatan...

Segala pasti berubah dan akan berbeda ketika kita telah diurusi atau mengurusi. Berpikir selalu diperhatikan dan harus diperhatikan,,berusaha menjaga hati-perasaan...

Bagaimana bisa tahu kasih sayang kalau tidak memberinya juga,,maka perlu belajar menjadi dewasa ketika sudah ada seseorang yang dispesialkan,,yang diberi curahan perhatian lebih,,yang terkadang harus selalu diutamakan...

Setelah semua berjalan,,maka akan tahu yang mana yang bagus,,terbaik atau mesti ditinggal. Disana seharusnya ada sebuah pelajaran agar tidak ada yang menyesal di kemudian...

Maka... ketika bertemu seseorang yang membuat kita tertarik,,itu bukan suatu pilihan tetapi sebuah kesempatan...

Bila memutuskan untuk mencintainya dengan segala kekurangan,,itu bukan sebuah kesempatan tapi sebuah "pilihan".

Ketika menyadari masih banyak orang lain yang lebih menarik,,lebih pandai lebih kaya dibanding pasangan tapi kita tetap mencintainya itu lah "pilihan sebenarnya"

Kita ada di dunia bukan untuk mencari yang sempurna,,tetapi belajar mencintai seseorang yang tidak sempurna seperti Tuhan menyayangi umat manusia...

Hendrawan Kariman
Pekanbaru, 7 Mei 2010

Selasa, 04 Mei 2010

Pertumbuhan Kota yang Extreme!

Sudah sepuluh tahun sudah aku ini merantau dari kampung halaman nun jauh disana. Uppss... mungkin sudah sebelas tahun. Seandainya jadi aku pulang tahun ini, setelah hampir tiga tahun tidak pulang, masihkah kampung itu serasa kampungku?

Sejak dilahirkan, aku tinggal disana hingga umurku beranjak sepuluh tahun. Entah aku tidak memperhatikan atau bagaimana tapi yang jelas, desa itu sangat statis perkembangannya. Itu ke itu saja. Sudahlah...

Nah, karena itu pula setelah tinggal di "kota panas" ini selama kurang lebih enam tahun, aku terkejut dengan perkembangannya yang kukira ekstrim (padahal akunya yang ndeso...).

Ada satu jalan yang sejak SMA jadi langgananku. Sejak kuliah atau sudah hampir tiga tahun aku tidak pernah lagi lewat jalan motong yang jelek, berjembatan kacau, bla-bla.. intinya jalan itu serem!

Jadi, sore itu, karena Pekanbaru macet, salah satu indikator perkembangan ekstrim itu, aku kembali masuk jalan potong favoritku itu.

Pertama agak ragu, karena jalan masuk sudah tidak lagi setinggi dulu. Jika dulu jarak aspal ke tanah hampir 1/2 kaki tingginya (seremkan kalo mesin motorku nyangkut pas mau turun dari aspal). Tapi itu rendah, jalannya mulus. Seraya menggas pelan-pelan motor, kulihat jembatan... Wah! mulus dan jembatannya kokoh dengan kontruksi setengah beton. Kalau dulu cuma kayu dan beberapa meter menjelang ban masuk jembatan, lubangnya nggak karuan. Gadang-gadang lubangnyo, anjiang ilang kok lewaik situ.... wakakaka..

Setelah lewat jembatan, kulihat sebuah rumah yang dulu sering aku lewati. Onde Mak! dulu rumah itu masih berdinding bata dan berpagar kayu lapuok. Sekarang catnya aja bikin silau, ditambah pula pagar full keliling beton. dan Hmm.. salut, baru tiga tahun kurag dahsyat/Extreme perkembangannya!

Tapi aku heran, dulu... di depan rumah ini ada jalan setapak yang mengantarkan aku ke jalan utama jalan motong itu, tapi sekarang jalan itu sudah raib!, apa karena sudah dipindahkan? aku cari terus tapi alih-alih kutemukan jalan buntu. Ujung jalan tertumbuk rumah orang!

Teng... deng.., ten... deng.. tendeng.. dendeng..dendeng..
(kaya backsound film Prahara Prabu Siliwangi gitu lho)

What a F*ck! aku tersesat!, jalan motong itu masih beberapa meter dari simpang jalan masuk jalan sialan ini!

NB: Bukan sekali ini saja aku tersesat, waktu SMA dulu juga pernah dua kali tersesat. Jadi kayak rusa aku ya, dua tiga kali tetap aja kena jerat di kaki belakang... tersesat di tempat yang sama..... wakakakaka

Kamis, 08 April 2010

Berhutang di SPBU, Pernah?

Ha..ha…ha… pertanyaan gila nggak tu? Tapi serius pernahkah Anda atau seseorang di luar sana hari gini berhutang di SPBU? Jarang terjadi bukan?

Cuma mau bercerita aja dalam rangka meneruskan term dari blog ini yang menjadi tempat curahan hati sang blogger.

Malam itu - Hari Rabu entah tanggal berapa - ingin mengantar tugas terjemahan yangbelasan halaman itu ke kos salah satu teman. Karena siangnya bensin udah sekarat terlihat, maka singgahlah ke SPBU terlebih dahulu di tengah jalan. Setelah masuk barisan antri di SPBU yang cukup crowded, saya mendapati tidak ada uang di dalam dompet kecuali duit Rp 100,- jadul. Baru ingat, siangnya ngeluarin semua uang dari dompet. Lalu disitu kah berhutangnya??

Tidak saudara-saudara, sempat berpikir dan terus berpikir: bensin sudah satu-satu tetes tersisa, uang tidak ada. Jangankan bensin untuk jemput uang ke rumah, ke rumah teman tempat ngantar tugas ini saja belum tahu sampai! Sempat juga berfikir ke ATM, tapi takut mendorong pas mau ke SPBU-nya lagi.

Maka dapatlah solusi untuk pinjam uang ke kos teman yang kebetulan cukup dekat dari TKP. Setelah saya isi Rp 5000 - karena cuma minjam segitu ke teman - Eh, nggak tahunya si Officer ngisi Rp 10.000,- yah Ngutang deh! Terpaksa kembali minjam, tapi kali ini ke teman tempat ngantar tugas.

Ayo siapa lagi yang pernah berhutang ke SPBU?, oh ya ada tips tentang manajemen mendirikan, menjalankan, memiliki bisnis SPBU tidak?

Jumat, 13 November 2009

Beli Nokia E71 Hasil Uang Internet

Alhamdulillah, akhirnya dapat beli nokia e71. Diluar prediksi harganya sedikit lebih murah. Asal tahu saja saya beli pakai uang hasil dari internet setengah tahun terakhir ini.

Hah! Sedikit sekali penghasilan internet Hendrawan? Ya begitulah. Malahan sebenarnya, uang internet itu hanya separuh dari harga beli nokia E71 yang baru saja dibeli Kamis (12 nov) kemaren.

Bukan seperti orang pada umumnya yang membeli hp high-end ini untuk lifesyle, tapi saya gunakan untuk menunjang aktifitas pekerjaan saja.

Jadi tak lama lagi saya dapat menunaikan janji saya tentang pembuatan artikel bagaimana caranya posting dari hp.

Lho lalu apa hubungannya dengan beli hp baru??! Tunggu jawabannya di postingan selanjutnya.

Jumat, 04 September 2009

Bersyukur Dapat Emak Cerewet

Jika mendapatkan emak yang (maaf) cerewet maka tiada hari tanpa omelannya (maaf mak, sedang membicarakan emak nih). Pokoknya, tiap hari pasti akan mendapatkan sugesti yang terkadang itu-itu saja, masih hal yang sama dengan hari-hari yang kemaren. Memang terkadang kita suka mengulang pekerjaan bodoh dan kesalahan yang sama, maka orang tua itu resah dan mencerahami kita.

Paling kurang satu ronde dapet tujuh menit lautan kata, kayak kultum gitu. Ya Tuhan semoga aku tak jadi anak durhaka sekarang hingga di kemudian hari ketika beliau tiada lagi di dunia ini. Ketika aku terlambat menyesal.

Di rumah aku terkenal suka menjawab apa kata orang tua jadi terkesan menengking dan melawan. Ya karena itu tadi, karena aku juga cerewet subhanallah, semoga aku cepat berubah.

Baru beberapa hari lalu (Kamis, 3 September) kami (teman-teman se kelas di kampus) bertakziah ke rumah salah satu saudari yang ayahnya telah meninggal beberapa waktu yang lewat. Di tengah penbicaraan dalam keluarganya, aku mendengar mak cik dari saudari ini mengucapkan:

''Karena Ibu **** ini ada kekuarang dan Ayah sudah tiada lagi maka **** inilah yang mengurus semuanya.....''

Aku tak menanggapi betul perihal itu. Tapi akhirnya aku tahu juga bahwa Ibu saudari ini tadi bisu. Selama ini aku tidak tahu bahwa saudari ini memiliki seorang Ibu yang bisu, entah sejak kapan ia tidak bisa bicara. Atau jangan-jangan sejak lahir saudari ini tidak bisa mendengar sepatah katapun dari sang Ibu. Tapi sudahlah aku tidak mau mencari tahu lebih jauh, aku takut hal itu dapat menambah pilu hatinya.

Anda pasti sudah bisa menebak apa yang Aku rasakan saat ini?, ya aku beryukur punya Ibu cerewet, masih ada orang yang Ibu-nya tidak bisa bicara, aku sedih sekaligus gembira dan marah. Sedih karena membayangkan nasib saudari ini dan gembira aku masih mujur, marah kepada diri sendiri karena selalu kesal diceramahin Emak. Segala puji bagi Allah...

Minggu, 10 Mei 2009

5000 Pageviews/Hari, CPU Usage Putus!

Kapan kita merasa sangat sedih? ketika kegembiraan yang sudah lama dinanti dalam kesedihan lenyap dengan segera, seketika. Saya belum pernah kasih bocoran tentang blog pengganti Xpresi lama yang bermain di wordpress padahal dulu sempat janji. Mungkin ini karmanya karena janji tidak ditepati.

Blog yang bermain di wordpres itu adalah Xpresi Riau Pos baru (XpresiRiau.Com). Pertama kali register pada 6 Januari awal tahun lalu, ya baru mau masuk enam bulan. Namun perkembangannya dahsyat, hingga tiga hari lalu sebelum di suspanded oleh penyedia hosting pada Selasa (5/5) lalu.

Kenapa di suspanded?
Yah apa lagi kalau tidak sesuai dengan judul tulisan ini, pengunjung blog itu meledak!,pengunjungnya pernah putus hingga 2500 orang perhari (kurang dikit dengan pengunjung blog kang Rohman) dan pageviews-nyapun melambung hingga 5500 pageviews perhari.

Masalahnya penyedia jasa dimana blog XpresiRiau.Com bernaung tidak mampu menerima pemaikain CPU Usage-nya. Pihak pengelola bilang:

"CPU Usage situs Anda tertinggi di server dan memperlambat kinerja situs lain di server kami"

Mereka (penyedia hosting) tidak dapat mentolerir hal ini, XpresiRiau.Com sebenarnya sudah dua kali di suspanded, pertama kali terjadi Sabtu (30/4) lalu. Namun pada waktu itu mereka masih memberi toleransi dan mengaktifkan kembali "master piece" saya dan sayapun berdoa agar pengunjung menurun sedikit menjelang ketemu solusi.

Harus Pindah ke VPS
Pihak hosting merekomendasikan saya pindah ke layanan VPS, layaknya, blog seumur jagung saya itu, punya server sendiri, Gila!. Bayangkan, pemasukan blog itu tidak ada saya harus bayar 150.000/bulan. Saya-pun mencari-cari hutang di sana-sini untuk mengatasinya, ya mau bagaimana lagi? pengunjung nggak dapat ditolak ya nggak?

Nasib-nasib, pinjaman tak dapat, XpresiRiau.Com pun di suspended. Hingga tulisan ini dipublikasikan, pihak penyedia hosting belum saya kontak sama sekali, padahal data-datanya sedikitpun saya backup haram! (maksudnya, 1 byte-pun tidak saya backup).

NB: Bandwidth dan CPU Usage adalah berbeda. dan saat ini pageviews nya udah turun bersamaan karena sempat disuspanded selama tiga hari berturut-turut. Semoga naik lagi..

Jumat, 08 Mei 2009

Earning 0, Hosting 175000/Bulan

Akibat perpindahan Hosting XpresiRiau.Com ke VPS, saya harus bayar Rp.175.000,- per bulan. Apakah itu sebuah harga yang harus dibayar untuk sebuah situs atau blog yang memiliki 2000 unik pengunjung perhari?. Ayo, yang tahu mohon beri jawaban.

Saya tidak tahu kalau skrip Wordpress dengan jumlah pengunjung 2000-an dan pageviews terkadang mencapai 5000-an perhari bisa memakan CPU begitu banyak hingga mengganggu sistem kerja situs lain pada server yang sama. Betul kata Bang Fatih, penyedia hosting di Indonesia meminta biaya sangat mahal untuk situs berpengunjung ramai, tak peduli itu sebuah perusahaan atau hanya website ecek-ecek.

Masalahnya, pengunjung XpresiRiau.Com yang ramai tidak diikuti dengan pemasukan yang seimbang. Bayangkan, baru 5 bulan berajalan siapa yang kenal?. Dari statistik pengunjung (log file dan cookie), 57 % pengunjung datang dari Google dan 40 % dari Yahoo. Artinya hanya kurang dari 2 % pengunjung yang datang dengan mengetikkan http://xpresiriau.Com dari jendela browser. Itu suatu bukti kalu blog itu tidak terkenal.

Ada yang punya solusi agar blog itu punya pemasukan yang sesuai dengan pengeluarannya?

Sabtu, 01 November 2008

Kapan Anda Merasa Sangat Bahagia

Kapan anda merasa menjadi orang yang paling bahagia di dunia, mungkin banyak versi. Tapi tidak ada yang bisa membuat saya bahagia dari pada yang satu ini, apa itu?.

Beberapa hari lalu, blog PEKANBARU! RIAU saya didepak dari Google. Waktu itu jika anda klik ini, maka anda tidak akan menemukan blog itu di peringkat 2.

Begitu juga jika anda klik disini maka anda juga tidak akan menemukan blog saya diperingkat ke-8 disana.

Tapi sekarang, tepatnya pagi tadi, 1 November 2008, blog saya kembali!. Syukurlah, terima kasih banyak Google.Inc, Now God may bless you.


Tapi sayang ada juga berita buruknya, blog ini melorot posisinya ke urutan kedua di Google.co.id dengan kata kunci Hendrawan. Kenapa ya?

Sabtu, 02 Agustus 2008

Pagerank Xpresi Bocor!

KebocoranSeperti disambar petir dalam ruangan ber-AC di kantor, blog Xpresi Riau Pos yang saya tangani mengalamai kebocoran pagerank.

Pada mulanya saya dapat info dari kang Abi Bakar, katanya Google Pagerank sudah diupdate. Bergegas saya nge-check semua blog yang saya tangani (yang bikin pusing) sambil berharap pagerank Pekanbaru! Riau bias naik eh, nggak tahunya Xpresi turun satu angka, sementara Pekanbaru! Riau tetap. Apes!

Setelah dikaji dan mengadakan riset saya menemukan unsur masalahnya. Karena di Xpresi ada iklan PPC (pay per click), Google terkenal anti PPC non-Google, makanya pagerank Xpresi bocor.

foto: rumah-ku.com

Rabu, 30 April 2008

Blogspot.com, buat MAKAN Hati

Blogspot.com Bikin Makan HatiAkhir-akhir ini Blogger.com/Blogspot.com, membuat para penggunanya makan hati. Atau mungkin hanya saya yang merasa sakit hati, mengapa tidak?. Sejak penyedia jasa blog ini sering kumat alias nggak bisa diakses blog Pekanbaru! Riau yang saya asuh tak bisa diupdate!!!
Kira-kira kapan problem ini diatasi oleh empunya Google si Larry Page itu ya??, udah banyak makan hati ni.... Bahkan terbesit rencana mau pindah provider aja ke Wordpress.com.
Picture by usingenglish.com