Teringat beberapa tahun lalu waktu masih rajin-rajinnya nulis cerpen, rasanya setiap kejadian itu ingi dikarang dan dibuatkan cerpen. Bahkan, ada beberapa cerpen yang sudah selesai namun tidak sedikit pula yang terlantar.
Semangat menulis cerpen itu sebenarnya datang dari dorongan teman-teman yang memberikan apresiasi lebih terhadap beberapa karya yang sempat mereka baca. Apalagi soal cerpen percintaan yang lebi sering menggambarkan cerita aslim benar-benar terjadi serta tentunya bukan fiksi.
Aksinya, puncak dari rasa semangat untuk memproduksi cerpen ini adalah, saya membeli sebuah buku khusus tulisannya untuk isi cerpen karangan saya sendiri. Sayangnya, karena sebuah insiden buka ini hilang entak kemana, tidak tahu lubuknya.
Kehilangan buku cerpen sempat membuat saya terpukul, karena ada beberapa cerpen di dalam buku itu yang memang sarat emosional karena cerpen ditulis berdasarkan pengalaman pribadi. Saya hanya menyangka, ada orang yang sengaja mengambil koleksi cerpen itu. Entah sirik entak penggemar rahasia semua karya cerpen saya.
Saat ini gimana? Ya moooh aku nulis cerpen lagi. Nggak ada waktu lagi serasanya :D
Hendrawan Kariman's Personal Blog. Founder of Blogger Bertuah, Journalist, History Lover, Active Netizen...
Tampilkan postingan dengan label Dikalawaktu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dikalawaktu. Tampilkan semua postingan
Rabu, 25 April 2012
Jumat, 21 Agustus 2009
Sarapan Penutup Sya'ban Berkhir
Beberapa SMS kawan sudah mendarat di HP, beberapa pula tak bisa dibalas dengan manis, seperti yang mereka kirimkan. Biasalah, akhir-akhir ini memang kurang suka bertele-tele, langsung aja ke poin. Orang berlomba-lomba membuat sajak dan pantun untuk mengucapkan kabar gembira datangnya bulan Ramdhan ke-21 dalam hidup ini.
Tadi pagi, saya keruk nasi putih di rice cooker yang menyakitkan hati itu. Kuambil cabe rawit goreng plus ikan tri tadi malam yang sangat menggugah selera. Apa yang spesial? mana ada.. Tapi Sarapan itu adalah sarapan terkahir bulan Sya'ban karena besok sudah masuk tanggal pertama bulan Ramdhan.
Jadi, jika Anda muslim, berakal, baligh, mampu dan tidak sedang dalam perjalanan wajib berpuasa!. Jika tidakpun ya silakan tanggung dosa sendiri dan hormatilah yang berpuasa.
Postingan ini tulisan yang kedua tentang puasa ramadhan. Baiklah tak usah berpanjang panjang lagi:
Tadi pagi, saya keruk nasi putih di rice cooker yang menyakitkan hati itu. Kuambil cabe rawit goreng plus ikan tri tadi malam yang sangat menggugah selera. Apa yang spesial? mana ada.. Tapi Sarapan itu adalah sarapan terkahir bulan Sya'ban karena besok sudah masuk tanggal pertama bulan Ramdhan.
Jadi, jika Anda muslim, berakal, baligh, mampu dan tidak sedang dalam perjalanan wajib berpuasa!. Jika tidakpun ya silakan tanggung dosa sendiri dan hormatilah yang berpuasa.
Postingan ini tulisan yang kedua tentang puasa ramadhan. Baiklah tak usah berpanjang panjang lagi:
Di dunia online ini, terkadang ujung-ujung jari kita lebih kasar dari pada ujung lidah. Mungkin faktor tidak bertemu langsung dengan lawan interaksi merupakan salah satu penyebab itu. Kita selalu berusaha menghindari kosa kata pedas di dunia online ini, tapi kita tetap saja manusia yang rapuh dan mudah berbuat salah. Untuk itu sudilah bagi pihak-pihak yang pernah terdzolimi oleh saya, Hendrawan, memaafkan saya sementara dosa teman-teman sekalian sudah saya maafkan jauh-jauh hari.
Sabtu, 28 Maret 2009
Dua Berita Duka
Pertama datang beberapa menit sesudah maghrib. Mbah-ku yang di Kudus bernama Basyir meninggal dunia. Basyir adalah Paman Bapak yang paling muda atau saudara Mbah yang paling bungsu. Tapi sayang, jangankan Aku, Bapak-pun tidak pernah bertatap muka dengan almarhum, semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Tuhan.
Sekilah mengenai silsilah keluarga. Buyutku atau Mbah Bapakku, bernama Sardi lahir dan berpulang di Gelagah Kulon, Kudus, Jawa Tengah, bergitu juga dengan istrinya yang bernama Jimah. Mereka mempunyai empat anak:
1. Sugito (berpulang di Jawa)
2. Mito Sardiman (berpulang di Jawa)
3. Mukanah (berpulang di Jawa)
4. Mukhayat (Mbahku atau Orang tua Bapakku, berpulang di Riau)
5. Basyir (berpulang di Jawa)
Mungkin Basyir-lah Mbak terakhirku dari keluarga Bapak dan itu-pun sudah meninggalkan kami tampa sempat ke Kudus.
Duka kedua datang dari Riau beberapa menit saja setelah kedatangan berita pertama. Orang tua ketua Blogger Bertuah, Taufik Asmara meninggal dunia. Saya, Hendrawan turut berduka cita. Semoga, amal perbuatan orang tua saudara kami ini diterima disisi Tuhan, amin. Saya mohon maaf kepada Bang Taufik tidak bisa hadir karena kecapean baru pulang dari Riau Pos tadi sore. Sambil berharap Bang Taufik ditabahkan hatinya.
Berta hati rasanya tidak datang bertakziah bersama-sama Blogger Bertuah (Komunitas Blogger Pekanbaru) ke rumah Bang Taufik setelah Nanlimo menelpon. Saya-pun tambah segan karena beberapa menit kemudian Sang Penyamun juga ikut serta mengajak saya, tapi apa daya masih capek.
Sekilah mengenai silsilah keluarga. Buyutku atau Mbah Bapakku, bernama Sardi lahir dan berpulang di Gelagah Kulon, Kudus, Jawa Tengah, bergitu juga dengan istrinya yang bernama Jimah. Mereka mempunyai empat anak:
1. Sugito (berpulang di Jawa)
2. Mito Sardiman (berpulang di Jawa)
3. Mukanah (berpulang di Jawa)
4. Mukhayat (Mbahku atau Orang tua Bapakku, berpulang di Riau)
5. Basyir (berpulang di Jawa)
Mungkin Basyir-lah Mbak terakhirku dari keluarga Bapak dan itu-pun sudah meninggalkan kami tampa sempat ke Kudus.
Duka kedua datang dari Riau beberapa menit saja setelah kedatangan berita pertama. Orang tua ketua Blogger Bertuah, Taufik Asmara meninggal dunia. Saya, Hendrawan turut berduka cita. Semoga, amal perbuatan orang tua saudara kami ini diterima disisi Tuhan, amin. Saya mohon maaf kepada Bang Taufik tidak bisa hadir karena kecapean baru pulang dari Riau Pos tadi sore. Sambil berharap Bang Taufik ditabahkan hatinya.
Berta hati rasanya tidak datang bertakziah bersama-sama Blogger Bertuah (Komunitas Blogger Pekanbaru) ke rumah Bang Taufik setelah Nanlimo menelpon. Saya-pun tambah segan karena beberapa menit kemudian Sang Penyamun juga ikut serta mengajak saya, tapi apa daya masih capek.
Jumat, 27 Februari 2009
Kenangan DBL Riau Pos 2008
Pernah mengikuti berbagai macam kepanitiaan ketika di SMA, baik itu tingkat sekolah maupun ruang lingkup kota tidak seberat ini. Jelas, Honda Deteksi Basketball (DBL) League Riau Pos adalah event basket tingkat pelajar terbesar di Riau. Bayangkan Anda menjadi panitia acara di sebuah tempat tertutup (stadion indoor) dengan penonton paling kurang delapan ratus orang perhari.
Banyak keceriaan, dan kesedihanpun lenyap ketika kami, para panitia DBL Riau Pos 2008, menghapus keringat masing-masing. Tawa ,canda hiasi bibir dan wajah kami dan dongkol, lesu kami tenggelamkan dalam hati.
Tahun ini, Honda DBL Riau Pos 2009, Hendrawan tidak lagi ikut dalam kepanitian. Beberapa kawan dari Xpresi (CCMD) masih ikut tapi saya tidak lagi. Namun masih diberi "kehormatan" untuk ikut dalam pembukaan HONDA DBL RIAU POS 2009 yang akan dihelatkan siang ini, sekitar pukul 14.00 WIB di Hall a Sport Center Rumbai Pekanbaru (belakang stadion Rumbai), sebagai pemegang bendera DBL.
Jika Anda menonton siaran Live di RTV, saya ada di sebelah kanan dari muka, di bagaian belakang, tergabung dengan empat orang lainnya sebagai pembawa bendera DBL. Foto diatas adalah kenang-kenangan DBL Riau Pos 2008 (tahun lalu) ketika berfoto bersama panitia lainnya.
Minggu, 15 Februari 2009
Penghuni Baru Gudang Belakang
Ia lain dari dua jenis sebelumnya. Selain posturnya lebih besar, kekar dan terkesan agak angker, spesies satu ini memang lebih gesit dibandingkan dua penghuni yang telah ada sebelumnya. Dua penghuni lama itu notabene sama.
Matanya tajam, bertubuh biru dan bertenaga lebih kuat tapi ia juga memerlukan asupan energi yang besar hingga memakan lebih biaya.
Penghuni baru ini datang beberapa bulan lalu, tapi sudah menjadi idola dan primadona sejak pertama kali tiba. Kini penghuni gudang sempit itu menjadi tiga, dengan dua spesies yang berbeda.
Siapa Penghuni Baru Itu?
Dialah Jupiter MX yang baru dibelikan Bapak untuk Husni, adikku. Sebenarnya motor baru ini terlalu cepat datang, sepatutnya ia baru akan ada ketika Adik bungsu kami ini kelas 3 atau XII SMA nanti.
Dengan datangnya si biru ini maka menjadi empat sudah koleksi motor di rumah sederhana kami. Dari urutan tertua ada Suzuki dua tak berasap yang sudah mulai uzur, dibeli sejak 1999 lalu. Kemudian 2005 datang Honda dan pada minggu, bulan dan tahun yang sama ketika saya masih duduk di kelas 2 atau XI SMA itu, menyusul pula Suzuki Sport (Sepede Motorku) dan yang terakhir ini, sang Penghuni baru, Yamaha.
Honda yang dibawa tiap hari oleh Mbak ke kampus diletakkan di belakang rumah. Sementara tiga lainnya di gudang belakang yang sudah menyempit. Welcome penghuni baru!
Matanya tajam, bertubuh biru dan bertenaga lebih kuat tapi ia juga memerlukan asupan energi yang besar hingga memakan lebih biaya.
Penghuni baru ini datang beberapa bulan lalu, tapi sudah menjadi idola dan primadona sejak pertama kali tiba. Kini penghuni gudang sempit itu menjadi tiga, dengan dua spesies yang berbeda.
Siapa Penghuni Baru Itu?
Dialah Jupiter MX yang baru dibelikan Bapak untuk Husni, adikku. Sebenarnya motor baru ini terlalu cepat datang, sepatutnya ia baru akan ada ketika Adik bungsu kami ini kelas 3 atau XII SMA nanti.
Dengan datangnya si biru ini maka menjadi empat sudah koleksi motor di rumah sederhana kami. Dari urutan tertua ada Suzuki dua tak berasap yang sudah mulai uzur, dibeli sejak 1999 lalu. Kemudian 2005 datang Honda dan pada minggu, bulan dan tahun yang sama ketika saya masih duduk di kelas 2 atau XI SMA itu, menyusul pula Suzuki Sport (Sepede Motorku) dan yang terakhir ini, sang Penghuni baru, Yamaha.
Honda yang dibawa tiap hari oleh Mbak ke kampus diletakkan di belakang rumah. Sementara tiga lainnya di gudang belakang yang sudah menyempit. Welcome penghuni baru!
Senin, 09 Februari 2009
Mantan-mantan Yang Menggoda
Seumur hidup hanya lima kali mengucapkan janji jadian, menyambung tali kasih alias pacaran. dan itu terbentang dari tahun 2003 hingga kini, 2009. Dari empat pacar tadi tentunya tiga yang pertama sudah jadi mantan, satu yang kini masih menambat hati. Loh bukannya sudah jadian lima kali?.
Ya, saya jadian dua kali dengan satu cewek yang sama ketika masih SMP, cinta monyet!. Dua pacar dikala masih SMP dan dua pacar ketika SMA, kuliah saat ini belum ada niat cari yang baru. Sebab yang saat ini bersama, memang penambat hati.
Mantan pertama itu cukup cantik walau dulu sempat diejek karena pacaran sama cewek kurus tapi sejak SMA dia mulai berisi apalagi saat ini dia sudah bekerja, makin pandai saja menjaga fisiknya agar tetap fresh. Panggilnya Novi, panggilan ini khusus untukku. Semenjak putus 2003 dan 2004 lalu - kami sempat putus nyambung - memang kami menjalin hubungan baik sebagai teman. Jadi tak jarang kami bersms-an hingga kini.
Mantan pertama ini sering curhat dan minta ketemuan, ya pasti sering kutolak, Hendrawan kan sudah punya pacar! Setiap saat, pada momen-momen spesial dia pasti ngirim sesuatu, dia memang cantik dan menggoda. Terkadang malah terindikasi, dia sepertinya ingin kembali tapi mau bagaimana lagi, aku sudah ada yang punya.
Pacar kedua juga dikala SMP - juga cinta monyet - putus pada 1 Januari 2004, malam tahun baru di Batam. Dia benar-benar menyakiti hati!. Malam itu dia putus denganku malam itu pula ia jadian dengan yang baru, walaupun dua bulan setelahnya si Dia menyesal. si Blogger Riau, sudah terlanjur sakit hati, nilaipun sempat anjlok karena itu.
Tadi malam (8 Februari) bermula ketika si dia nelpon. Mantan kedua ini nelpon cuma mau ngasih tahu ''I Miss You'' ke Hendrawan, dia juga curhat, katanya baru putus. Si Dia ini - orang melayu - kenal dekat dengan sepupuku, katanya aku tambah caem (ge er jadinya kan). Karena mencium gelagat tak sedap aku-pun bercerita tentang pacarku yang sekarang, agaknya dia mulai "bete" pada menit 8.44 ia pun memutuskan telpon.
Mantan yang terakhir. Aku "jadian" dengan si dia pada tiga bulan terakhir tahun 2004. dan ini-lah masa pacaran yang paling express alias singkat hingga Hendrawan mengeluarkan namanya dari mantan-mantan yang terdaftar dan menggoda. Kami berteman baik setelah putus, dia memang tidak banyak bicara dan dia tidak pernah menggoda sejak awal.
Tahu nggak?
- Hendrawan itu pernah nembak cewek sebanyak 7 kali seumur hidupnya hingga kini (menjelang valinte's day ke-20 sepanjang hidupnya), dua kali ditolak.
- Pada masa sweet seventeen (umur 17 tahun), Hendrawan tidak punya pacar. lebih sibuk berorganisasi di SMA, lihat Hendrawan Curiculum Vitae.
- Setelah terakhir pacaran pada 25 November 2004, Hendrawan baru bisa menerima "seseorang" disisinya pada akhir Agustus 2006.
Ya, saya jadian dua kali dengan satu cewek yang sama ketika masih SMP, cinta monyet!. Dua pacar dikala masih SMP dan dua pacar ketika SMA, kuliah saat ini belum ada niat cari yang baru. Sebab yang saat ini bersama, memang penambat hati.
Mantan pertama itu cukup cantik walau dulu sempat diejek karena pacaran sama cewek kurus tapi sejak SMA dia mulai berisi apalagi saat ini dia sudah bekerja, makin pandai saja menjaga fisiknya agar tetap fresh. Panggilnya Novi, panggilan ini khusus untukku. Semenjak putus 2003 dan 2004 lalu - kami sempat putus nyambung - memang kami menjalin hubungan baik sebagai teman. Jadi tak jarang kami bersms-an hingga kini.
Mantan pertama ini sering curhat dan minta ketemuan, ya pasti sering kutolak, Hendrawan kan sudah punya pacar! Setiap saat, pada momen-momen spesial dia pasti ngirim sesuatu, dia memang cantik dan menggoda. Terkadang malah terindikasi, dia sepertinya ingin kembali tapi mau bagaimana lagi, aku sudah ada yang punya.
Pacar kedua juga dikala SMP - juga cinta monyet - putus pada 1 Januari 2004, malam tahun baru di Batam. Dia benar-benar menyakiti hati!. Malam itu dia putus denganku malam itu pula ia jadian dengan yang baru, walaupun dua bulan setelahnya si Dia menyesal. si Blogger Riau, sudah terlanjur sakit hati, nilaipun sempat anjlok karena itu.
Tadi malam (8 Februari) bermula ketika si dia nelpon. Mantan kedua ini nelpon cuma mau ngasih tahu ''I Miss You'' ke Hendrawan, dia juga curhat, katanya baru putus. Si Dia ini - orang melayu - kenal dekat dengan sepupuku, katanya aku tambah caem (ge er jadinya kan). Karena mencium gelagat tak sedap aku-pun bercerita tentang pacarku yang sekarang, agaknya dia mulai "bete" pada menit 8.44 ia pun memutuskan telpon.
Mantan yang terakhir. Aku "jadian" dengan si dia pada tiga bulan terakhir tahun 2004. dan ini-lah masa pacaran yang paling express alias singkat hingga Hendrawan mengeluarkan namanya dari mantan-mantan yang terdaftar dan menggoda. Kami berteman baik setelah putus, dia memang tidak banyak bicara dan dia tidak pernah menggoda sejak awal.
Tahu nggak?
- Hendrawan itu pernah nembak cewek sebanyak 7 kali seumur hidupnya hingga kini (menjelang valinte's day ke-20 sepanjang hidupnya), dua kali ditolak.
- Pada masa sweet seventeen (umur 17 tahun), Hendrawan tidak punya pacar. lebih sibuk berorganisasi di SMA, lihat Hendrawan Curiculum Vitae.
- Setelah terakhir pacaran pada 25 November 2004, Hendrawan baru bisa menerima "seseorang" disisinya pada akhir Agustus 2006.
Sabtu, 03 Januari 2009
At The End Of December (2008)
Udah telah ya?, of course.. right now is January 3. What is special at The End of December? is just several activities I have done. Actually I was late to celebrate all event in New Year except in my office (Riau Pos). There, we watch Dangdut singer danced erotically. Actually I was not really interested but, my friends in form forced me.
At The of December, December 31, I went with someone there, exactly "she" is not My Special one, and did not promise it about this (don't talk to her, ok!. Keep it secret till she know it herself). Actually I don't wanna talk about dating just, promise paying.
A month ago, at beginning of December 2008 Exactly, I made her (the girl that I went with her) disappointed in a discussion about prose. She was so up set to me, I did not know why. I feel I just make something straight in her decision.
So, with that reason we went around Pekanbaru city (may be it just play around or dating) and I accompanied her to Gramedia and etc. I hope The Special One doesn't read it...
Happy New Year!! :)
Hendrawan.
At The of December, December 31, I went with someone there, exactly "she" is not My Special one, and did not promise it about this (don't talk to her, ok!. Keep it secret till she know it herself). Actually I don't wanna talk about dating just, promise paying.
A month ago, at beginning of December 2008 Exactly, I made her (the girl that I went with her) disappointed in a discussion about prose. She was so up set to me, I did not know why. I feel I just make something straight in her decision.
So, with that reason we went around Pekanbaru city (may be it just play around or dating) and I accompanied her to Gramedia and etc. I hope The Special One doesn't read it...
Happy New Year!! :)
Hendrawan.
Sabtu, 25 Oktober 2008
Hendrawan's Curriculum Vitae and Personal Infromation
Walau saya bukan artis Riau, seorang bangsawan apa lagi superstar namun, Hendrawan adalah sebuah nama, sebuah cerita. Intinya satu.. terkadang Curiculum Vitae itu penting. Dari pada hilang di hard disk rumah, sebuah ide bagus menyimpannya di blogger. Semoga blogger tidak terpengaruh oleh krisis keuangan global, dan perampingan karyawan Google Inc. Amin.Name : Hendrawan
Born : Teluk Dalam, 7 Juli 1988
Gender : Laki-laki
Marital Status : Belum menikah
Height/ Weight : 170 cm/: 55 kg
Nationally : Jawa/Melayu - Indonesian
Address Now : Jl. Sukakarya Rt.08 RW.03 Kel.Tuah karya, Kec.Tampan - Pekanbaru
Mobile Phone :0813 7193 8018
Email: awanhendra@gmail.com and
Page : http://www.hendrawanonline.blogspot.com/
Education
1. Tahun 1993 - 1994 TK Handayani Teluk Dalam - Penyalai, Pelalawan.
2. Tahun 1994 - 1998 SDN 001 Kuala Kampar, Kab. Pelalawan
3. Tahun 1998 - 2000 SDN 004 Bangkinang, Kab. Kampar
4. Tahun 2000 - 2001 MTs Kp. Godang, Kab. Kampar
5. Tahun 2001- 2003 MTs Pon Pes Dar-El Hikmah Pekanbaru
6. Tahun 2003 - 2004 MTs Al-Muttaqin Pekanbaru
7. Tahun 2004 - 2007 MAN 2 Model Pekanbaru
8. Tahun 2007-Sekarang Pendidikan Bahasa Inggris FT&K UIN Suska Riau
Organization, Pengalaman and Lifeskill
2003
- Ketua Pramuka MTs Al-Muttaqin Pekanbaru
- Kemah Bakti Bustanul Ulum 2003
- Ketua OSIS MTs Al-Muttaqin Pekanbaru
- Kontingen Pekanbaru, Kemah Muhibah Batam se-Asia Tenggara
2004
- Sekretaris II Pramuka MAN 2 Model Pekanbaru
- Peserta Penggalangan Dana untuk Aceh
2005
- Pimpinan Regu MAN 2 Model di Perkemahan HUT Ponpes Al-Kautsar
- Pimpinan Regu MAN 2 Model Jelajah Alam di Lamdikada
- Ketua (Pradana) Pramuka MAN 2 Model Pekanbaru
- Kru dan Divisi Sirkulasi Tabloid AKSI MAN 2 Model
- Kepala Departemen Bangsa dan Bernegara OSIS MAN 2 Model Pekanbaru
- Kepala Bidang Bimbingan dan Pengembangan Pramuka Kwartir Ranting 05 Sail
- Divisi Iklan, Wartawan Olahraga dan Jelajah Tabloid AKSI MAN 2 Model
- Wartawan Masa Depan dan CCMD Riau Pos
2006
- Ketua Panitia Gladian Pimpinan Satuan Gerakan Pramuka Penegak Se-Kota Pekanbaru
- Wartawan Senior Tabloid AKSI MAN 2 Model
- Wartawan Xpresi Riau Pos
2007 - 2008
- Dewan Redaksi Tabloid AKSI MAN 2 Model, 2007 - Sekarang
- Kru Magang Tabloid Gagasan UIN Suska Riau, 2007 - Sekarang
- Departemen Komunikasi BEM Fakultas Tarbiyah dan Keguaruan UIN Riau, 2008 - 2009
- Wartawan Xpresi Riau Pos
- Event organizer Riau Sejuta Buku di Bandar Serai Raja Ali Haji Pekanbaru
2009 - 2010
- Event organizer Honda DBL Riau Pos Pekanbaru
- Pioneer Berdirinya Blogger Bertuah, Komunitas Blogger Pekanbaru
- Kontributor Riau Pos
- Penanggung Jawab Teknologi Informasi Xpresi Riau Pos
- Co. Public Relation and Entrepreneurship, English Ed. Departmen, UIN Riau 2009-2010
- Tour De Java (Jakarta - Surabaya) bersama tim Xpresi Riau Pos
Dari gambaran CV yang saya buat sejujur-jujurnya diatas tergambarlah bahwa saya (Hendrawan) adalah seorang calon guru yang rajin menulis dan suka membaca. Kisah perjuangan keorganisasian tahun 2005-2006, berat badan saya turun dari 55 Kg menjadi 49 Kg. Lihatlah saya sekarang, wajah sudah habis dimakan waktu padahal masih muda (21 tahun), masih Mahasiswa.
Notes:
- Terakhir diedit 20 April 2010
- Teluk Dalam, Pulau Mendol (Penyalai), Kec. Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan - Riau
Rabu, 01 Oktober 2008
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H
Hendrawan Online dan Riau Pos Blog Development Square mengucapkan"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H."
Mohon maaf lahir dan bathin kepada seluruh teman-teman blogger. Semoga amal perbuatan kita selama Bulan suci Ramadhan terima oleh Allah SWT. Bagi Blogger Pekanbaru jangan lupa datang ke rumahku yach..
Midal Aizin wal waiizin
foto: http://fian.blogsome.com/wp-admin/images/idulfitri.jpg
Rabu, 10 September 2008
Hendrawan Dapet Great Buddy Award??
Beberapa hari yang lalu, atau mungkin sebulan yang lalu, tepatnya pada tanggal 28 Agustus, saya dikejutkan dengan komentar seorang blogger senior, Mpok Novee tentang isi komentarnya disini. Inih katanya "aku kasih kamu Buddy Award sebagai hadiah ulang tahun cewe cantik itu..".Ya, saya dapat Great Buddy Award. Awalnya sih bingung, Buddy Award itu apa ya?, ah nggak penting yang penting saya udah dapat award pertama dari si Mpok.
Seperti komentarnya diatas, Buddy Award ini bukan untuk Hendrawan tapi hadiah ulang tahun cewek cantik itu.
Aduh, terima kasih aja deh Mpok Novee, saya terharu. Dia juga seneng dapet kado dari Ibu Kota.
NB: Kantrok ya saya, baru dapet satu udah diomong-omong
Aduh, terima kasih aja deh Mpok Novee, saya terharu. Dia juga seneng dapet kado dari Ibu Kota.
NB: Kantrok ya saya, baru dapet satu udah diomong-omong
Kamis, 14 Agustus 2008
Tiang Bendera Telah Berdiri
Gemezzz dan Geram.Pagi-pagi sekali setelah mengantar si bocong (Adikku) dan nonton acara favorite (Lensa Olahraga) saye buru-buru ngejar tiang bendera yang baru dibeli Bapak beberapa hari lalu. Saye pasang tali untuk tiang tahun lalu (tiang yang lama udah bengkok dijadikan tempat hampaian oleh Mbak). Tali dipasang menggunakan penyangkut spesial yang membuat tali bisa di-scroll alias ditarik-ulur (kayak tiang bendera di kantor Gubernur, waka-ka-ka).
Tali sudah saye pasang, terus gali lobang untuk pondasi tiang yang kurang gizi inih (kecil dan kering), kata Bapak sih bloti kalo saya bilang lidi. Udah tercacak saatnya ikat-ikatan bendera. Eh, pas ditarik-tarik nyangkut talinya di penyangkut spesial, eh saye gemez dan tak tarek kuat-kuat, PUTUS talinya (mungkin talinya terlalu tua kali). Yah ditumbangin lagi tiangnya, pasang lagi (ribet!).
Udah berdiri lagi, nyangkut lagi tapi saye tak tertipu dua kali dan saye berjaya menjahili si tali dan bendera berjaya pula naik ke ujung tiang. Lalu lewatlah tetangga samping rumah dan bilang : ''Udah merdeka bang?," saye cuma cengengesan sambil berkata dalam hati (berat juga perjuangan naikin bendera hari ini).
Bendera difoto bukan bendera yang kutusuk di depan rumah, hanya gambar belaka..
Rabu, 30 Juli 2008
Terperangkap Musim Demam!
Aduh, ditengah-tengah cuaca yang tidak menetu di Pekanbaru (yang panas banget dan kadang hujan), saya sibuk berkeliaran kesana kemari.
Baru saja Emak saya bersyukur karena dalam satu tahun ini kami sekeluarga tidak ada yang demam. Tiba-tiba saja saya diserang demam.
Mulanya pertengahan Juli lalu, waktu itu saya hanya sakit kepala dan dari sini berkembang lagi, tubuh saya panas-dingin, untunglah cepat sembuh.
Ketika baru saja ngurus sepupu masuk sekolah dari kampung, mobilitas saya kembali tinggi. Padahal waktu itu sedang terjadi pertukaran musim dari kemarau ke penghujan. Sudah, terbit lagi demam kambuhan saya, tapi masih bisa ngisi 20-an postingan Xpresi dalam 3 (tiga) jam. Pulang dari situ saya langsung teler.
Hingga tulisan ini saya turunkan, demam masih membenalu. Yah, musim demam telah tiba dan terkadang kita harus menikmatinya.
Baru saja Emak saya bersyukur karena dalam satu tahun ini kami sekeluarga tidak ada yang demam. Tiba-tiba saja saya diserang demam.
Mulanya pertengahan Juli lalu, waktu itu saya hanya sakit kepala dan dari sini berkembang lagi, tubuh saya panas-dingin, untunglah cepat sembuh.
Ketika baru saja ngurus sepupu masuk sekolah dari kampung, mobilitas saya kembali tinggi. Padahal waktu itu sedang terjadi pertukaran musim dari kemarau ke penghujan. Sudah, terbit lagi demam kambuhan saya, tapi masih bisa ngisi 20-an postingan Xpresi dalam 3 (tiga) jam. Pulang dari situ saya langsung teler.
Hingga tulisan ini saya turunkan, demam masih membenalu. Yah, musim demam telah tiba dan terkadang kita harus menikmatinya.
Rabu, 23 Juli 2008
10 Tahun di Rantau Orang
Huh tak sadar, ternyata sudah lama nian beta berada di kampung orang. Beberapa hari yang lalu Tangga 19 Juli 10 tahun lalu tepatnya tahun 1998 kami pertama kali tiba di Pekanbaru, di rantau orang untuk menempa nasib. Tapi bukan di kota ini (Pekanbaru) yang dikala itu sedang dalam kondisi labil karena rentannya penjarahan terhadap orang Tiong Hoa.
10 tahun lalu kami datang ke Pekanbaru untuk merantau ke Bangkinang dari suatu tempat nun jauh disana yang bernama Teluk Dalam, Penyalai, ibu kota Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Kampar yang sekarang menjadi Kabupaten Pelalawan.
Hari ini 19 Juli, 10 tahun kami merantau. Tahukah anda dimana Penyalai itu?, penyalai adalah sebuah pulau yang terletak di kuala sungai Kampar. Pusat pulau ini berhadapan dengan teluk (dimana bertemunya air sungai Kampar dengan air laut di kuala tersebut) maka, daerah strategis ini di sebut Teluk Dalam. Teluk Dalam adalah jantung Penayali.
Penyalai membesarkan Hendrawan selama 10 tahun sebagai "anak pulau" yang mengenal laut, ombak dan badai. Bergumul di hutan rimba dan belantara, berteman dengan rusa dan babi hutan serta burung-burung yang banyak jenisnya tak terkira. Di pantai-pantai berlumpur Penyalai ini-lah kami bermain air dan berenang, terkadang naik ke darat memasuki hutan yang masih liar.
Penyalai yang ditinggalkan 10 tahun lalu jauh berubah. Kini pulau paling strategis itu akan menjadi pelabuhan penting. Setiap pelabuhan di Teluk Dalam: pelabuhan ikan, pelabuhan penumpang dan barang, semuanya diperbaharui dan di perbesar. Jalan-jalan sedang dalam proses pelebaran dan pengerasan. Ini semua menghabiskan dana sekitar 37 Milyar!!. Sayang kami (Hendrawan dan Keluarga) tidak bisa menyaksikan perubahan di "Tanah Kelahiran yang Kurindu" itu.
Lima tahun mengadu nasib di Bangkinang kami akhirnya berhasil membeli rumah di Pekanbaru dan kini bernaung di Pekanbaru walaupun masih memegang KTP Kampar. Nah, dua minggu lagi kami akan jadi warga Pekanbaru seutuhnya, karena semua KTP kami diperbaharui. Saya sendiri akan bergabung bersama KNPI Riau atas rekomendasi RT setempat. Ternyata 10 tahun itu tak terasa....
10 tahun lalu kami datang ke Pekanbaru untuk merantau ke Bangkinang dari suatu tempat nun jauh disana yang bernama Teluk Dalam, Penyalai, ibu kota Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Kampar yang sekarang menjadi Kabupaten Pelalawan.
Hari ini 19 Juli, 10 tahun kami merantau. Tahukah anda dimana Penyalai itu?, penyalai adalah sebuah pulau yang terletak di kuala sungai Kampar. Pusat pulau ini berhadapan dengan teluk (dimana bertemunya air sungai Kampar dengan air laut di kuala tersebut) maka, daerah strategis ini di sebut Teluk Dalam. Teluk Dalam adalah jantung Penayali.
Penyalai membesarkan Hendrawan selama 10 tahun sebagai "anak pulau" yang mengenal laut, ombak dan badai. Bergumul di hutan rimba dan belantara, berteman dengan rusa dan babi hutan serta burung-burung yang banyak jenisnya tak terkira. Di pantai-pantai berlumpur Penyalai ini-lah kami bermain air dan berenang, terkadang naik ke darat memasuki hutan yang masih liar.
Penyalai yang ditinggalkan 10 tahun lalu jauh berubah. Kini pulau paling strategis itu akan menjadi pelabuhan penting. Setiap pelabuhan di Teluk Dalam: pelabuhan ikan, pelabuhan penumpang dan barang, semuanya diperbaharui dan di perbesar. Jalan-jalan sedang dalam proses pelebaran dan pengerasan. Ini semua menghabiskan dana sekitar 37 Milyar!!. Sayang kami (Hendrawan dan Keluarga) tidak bisa menyaksikan perubahan di "Tanah Kelahiran yang Kurindu" itu.
Lima tahun mengadu nasib di Bangkinang kami akhirnya berhasil membeli rumah di Pekanbaru dan kini bernaung di Pekanbaru walaupun masih memegang KTP Kampar. Nah, dua minggu lagi kami akan jadi warga Pekanbaru seutuhnya, karena semua KTP kami diperbaharui. Saya sendiri akan bergabung bersama KNPI Riau atas rekomendasi RT setempat. Ternyata 10 tahun itu tak terasa....
Sabtu, 28 Juni 2008
Hendrawan Jadi Dua
Tersebutlah kisah Hendrawan dan Hendrawan, dua orang kembar bersuku blasteran. Yang membuat Hendrawan jadi Dua. Tapi apa jadinya kalau Hendrawan jadi dua??. Paling tidak beberapa hal dibawah ini akan terjadi seandainya tiba-tiba saja Hendrawan Jadi Dua.- Bapak Hendrawan Makin sulit nambel pengeluaran, atu aja banyak ngabisin duit.
- Adik Hendrawan harus mendengar dua kali ceramah akangnya
- Fans Hendrawan (kalo ada) bingung mau milih yang mana (yg ada yg mau dimuntain duluan yg mana).
- Emak Hendrawan harus masak dua kali lipat lebih buanyak, satu aja kurang terus.
- Temen sekelas Hendrawan kini harus milih mana yang lawakannya paling segar kalo pagi-pagi
- Dosen Hendrawan harus tambah tenaga ekstra, diprediksi akan 2 x lipat lebih menyusahkan
- Kayaknya Hendrawan sama Hendrawan bakal berantem terus nih
- Loh, yang baca blog Hendrawan pada bingung, apa iya Hendrawan Jadi Dua?
Langganan:
Postingan (Atom)