Tampilkan postingan dengan label Editorial Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Editorial Politik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Maret 2010

Densus 88 Buat Nyawa Tak Berharga

Foto mayat penembakan diduga teroris pamulang banten 9 maret 2010Apakah ada yang membantah judul artikel diatas? Itu hanya opini dari sebagian orang. Hanya karena "diduga" dengan mudahnya polisi kita membunuh orang.

Beberapa Keburukan Jika Asal Main Tembak
- HAM, Negara Hukum
Walau bagaimanapun teroris juga orang yang punya hak melakukan pembelaan terhadap dirinya. Mereka layak diproses secara hukum. Ok-lah jika mereka benar-benar teroris silakan bunuh, tapi bagaimana dengan kasus DIDUGA teroris?? hanya dengan menduga kita membunuh orang??? dimana HAM? apakah mental kita sudah sama dengan mental Amerika, membasmi teroris dengan menjadi teroris??

- Bukti, Pengusutan
Apakah bukti sudah kuat membunuh seorang yang disangka teroris itu? Saat ini penjegahan terhadap teroris sudah tingkat tinggi dan agak berbahaya. Salah-salah anak ponakan kita yang-sedang berjalan-jalan di tengah kota lalu tiba-tiba ditembak Polisi karena hanya "DIDUGA TERORIS".

Jika ternyata memang betul mereka teroris, lalu ditembak dan mati, berarti kita sudah kehilangan jejak. Percayalah, yang ada di lapangan itu hanya kaki tangan. Otaknya pasti di belakang. Jika kaki tangan mati, bagimana cara mengusutnya jika bukti telah hilang???

Mental serta Tak berharganya Nyawa Manusia
Polisi dalam hal ini Densus 88 menyerang teroris di depan umum, di tengah-tengah masyarakat. Padahal yang diduga teroris itu belum tentu bersenjata. Jika ada anak kecil, dibawah umur melihat kejadian, apa jadinya? Akan rusak mental mereka...

Melihat orang-orang, masyarakat kita yang tertuduh teroris ini diburu seperti hewan. Ditembak, di Bom. Jika iya kita mendukung kampanye anti teroris dunia (baca: Amerika) sebaiknya kita juga berkaca ke negara itu.

Apa ada Amerika menembak orang yang diduga teroris di depan umum? Apa ada mereka mengebom rumah yang disangka teroris di negara mereka sendiri?

Nyatanya Amerika tak seganas Polisi kita dalam meburu teroris didalam negerinya.

Banyak kasus orang-orang yang-diduga teroris di Amerika hanya ditangkap dan di interogasi. tidak ada yang dikejar-kerja di jalanan lalu ditembak di depan hal layak ramai, bahkan jadi tontonan anak-anak. Bagimana tidak?? Densus 88 menembak di depan umum.

NB: JIKA ANDA PEMBACA TULISAN INI MERASA SE-IDE DENGAN SAYA, SILAKAN COPY-PASTE SAJA KE BLOG ANDA DAN AJAK REKAN-REKAN BLOGGER LAIN YANG SE-IDE UNTUK MELAKUKAN HAL YANG SAMA, kita tidak membela teroris atau menyalahkan aparat, tapi kita membela nilai-nilai adab dan kemanusiaan kita SEBAGAI ORANG INDONESIA.

Selasa, 01 Desember 2009

Apakah Hak Angket Itu?

Hak Angket DPR - Saya akhirnya terbawa euforia hak angket Bank Century dan Hak Angket Mafia Pajak juga. So, bagi yang masih bertanya-tanya apa itu Hak Angket, inilah jawabannya:

Hak angket adalah salah satu hak DPR yang diajukan kepada pemerintah (presiden) untuk membuat sebuah persoalan kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah menjadi terang. Itu hakikatnya.

Hak angket yang saat ini sedang bergulir memang sarat dengan muatan politik. Apakah ini untuk kepentingan rakyat? namun rakyat terus dibawa-bawa untuk memuluskan hak angket, woro-woro, masyarakat aja ada yang masih tidak tahu apa arti hak angket.

Hak angket adalah salah satu hak kontrol DPR, hak angket merupakan hak DPR untuk melakukan penyelidikan terhadap kebijakan Eksekutif atau Pemerintah. Namun seringkali hak angket dipersepsikan sebagai "momok" politik oleh baik Eksekutif maupun DPR pendukung pemerintah. Padahal hak angket perlu dilakukan bila memang kebijakan pemerintah tersebut masih diragukan seperti dengan kenaikan BBM, Kasus Century atau hak angket untuk mafia pajak baru-baru ini.

Jika kebijakan pemerintah merugikan kepentingan orang banyak, maka hak angket dapat digunakan untuk memberikan kejelasan kepada seluruh masyarakat kenapa kebijakan tertentu diambil oleh pemerintah. Terkadang perlu dicermati pula apakah pemerintah maupun DPR yang mendukung pemerintah sudah memahami secara dewasa terhadap pentingnya hak angket. Hak angket sepertinya dianggap untuk menjatuhkan kewibawaan pemerintah.

Defenisi, arti, maksud Hak Angket oleh Hendrawan dari Berbagai Sumber.

Selasa, 21 April 2009

Ada Partai Yang Kecolongan Soal BLT?

Aduh... kontroversi soal Bantuan Langsung Tunai (BLT) sepertinya tak pernah selesai. Ketidak-becusan pengurus distribusi BLT terus berlanjut. Maka salah satu partai dalam Pemilu 2009 lalu mengunakan hal ini sebagai senjata untuk menyerang lawan politiknya.

Kasus terbaru adalah semerawutnya pembagian sembako BLT yang terjadi di Tasikmalaya, hasilnya banyak pengantri BLT yang menjadi korban karena berdesakan. Memang, kelihatannya aparat tidak serius mengurus pendistribusian BLT, masak cuma ada satu tempat distribusi untuk kota seperti Tasikmalaya?, kontanlah ada seribuan orang yang berdesak-desakan dan mengakibatkan beberapa pingsan.

Hal ini yang yang disinggung Megawati ketika kampanye lalu. Bahawa BLT tidak tepat sasaran. Tapi beberapa waktu kemudian PDI-P mengklaim, bahwa mereka turun ke lapangan mengawasi pendistribusian BLT, dan iklan itu-pun muncul hampir di seluruh TV swasta nasional.

Tapi, setelah melihat kasus terakhir BLT di Tasikmalaya pada Seni (20/4) lalu itu, tampaknya klaim tersebut hanya selogan untuk mencari, menarik simpati saja.

Mengapa Harus Ada Korban BLT?

Untuk kasus terakhir di Tasikmalaya, penyebab utamanya adalah penyerahan BLT yang dipusatkan pada satu titik. Apa hal ini untuk menghemat biaya operasioanl pendistribusian?. Ayo dong PDI-P, awasi lagi biar lancar dan tepat sasaran BLT-nya, agar tidak ada lagi korban.

Jumat, 10 April 2009

Yang Tersisa di Pemilu Legislatif 2009

Rencananya akan nyontreng pagi-pagi sekali tapi entah kenapa jadi lesu, ditambah pula ada cartoon Doraemon yang asyik, tayang di TV membuat saya tambah lena. Sudah siang sekitar pukul 09.00 WIB, saya-pun mandi. Ternyata, Mbak, Mak dan Bapak sudah stand by dengan rapi di ruang tengah sedang membagi-bagikan kartu C4 yang didapat dari Pak RT beberapa hari lewat.

Bergegaslah saya mandi lintang-pukang, tak tahu mana yang shampoo dan pencuci muka: sabun saya pakai untuk rambut, shampoo untuk wajah, pembersih muka tergaul di ketiak. Alamak!!!, yang penting cepat siap dan dapat bersama-sama nyontreng. Pagi itu si Bungsu terpaksa tak bisa nyontreng, padahal udah 17 tahun. Maklumlah DPT yang dipakai masih masa pemilihan 2004 lalu.

Bayangkan, Mbak sulung saya yang sudah tinggal 3 tahun di Kerinci, namanya masih terdaftar sebagai DPT di RT 08 RW 03 Kel. Tuah Karya, Tampan - Pekanbaru. KPU, KPU... apa kerja kawan yang satu ni... anggaran besar kerja sopak disana-sini.

Untuk antusiasme pemilih, saya ancungkan jempol untuk perumahan saya. Dulu waktu pemilihan Gubernur Riau saya tak pernah ngantri. Pada pemilihan ini, puas saya, Bapak, mak dan Mbak berdiri sebelum dapat masuk TPS. Sudah masuk TPS masih harus ngantri lagi!!!.

Pagi itu, urutan ngantri kami yang pertama adalah: Mbak, Mak, Bapak baru saya. Nengok pemilih ramai betul, bapak dah tak sabar lagi do, nak balek aja. Terpaksa saya tahan-tahankan beliau. Akhirnya biar cepat kami ganti posisi ngantri menjadi: Bapak, Mak, Saya dan Mbak paling belakang. Mungkin, agaknya pada pemilihan itu kami adalah Dream Family, sekali milih langsung satu keluarga. Sesuai dengan hajat saya sebelumnya. Tinta saya celupkan dijari tengah sebelah kiri, hingga tulisan ini turun tintanya belum hilang, berarti misi pembalasan dendam akan terlaksana.. ;)

Lalu, partai apa yang kami pilih? DPD yang mana?. Untuk DPD kami berempat kompak pilih no.2. sementara untuk Caleg DPRD Kota, DPRD Riau dan DPR-RI saya, Mbak dan Mak kompak pilih no.8. Kalau Bapak desas-desusnya tetap bersekiras pilih partai yang paling berjaya di era Orde Baru.. Bapak memang payah dipengaruhi, bisa-bisa saya yang terpengaruh. Ya itu-lah Demokrasi, dan masih banyak lagi cerita menarik yang tersisa dibaliknya..

Rabu, 08 April 2009

SMS dari KPU, sudah sampai?

Pasti udah nyampe semua dong SMS dari KPU. Apa?, belum dapet??. O.. mungkin nomor hand phone Anda kurang populer, itu sebabnya, maka KPU belum sempat ngirim atau lupa karena belum terkenal nomornya.

Bicara nomor hand phone, seumur hidup saya baru sekali ganti nomor dan kedua-nya SimPati, kedua-keduanya juga berakhir dengan angka belasan. Kartu pertama saya ketika masih kelas 1 SMA (September 2004) itu akhirannya 15 dan dimulai dengan angka 0813710XXx15, kartu ini bertahan hingga kelas 2 semseter 2 SMA (Agustus 2005) dan bertukar dengan nomor baru yang saat ini saya gunakan, akhirannya 18 dan dimulai dengan angka 0813719XXX18.

Gimana?, sudah jelas sangat populer sekali nomor hand phone saya bukan?. Nomor lama saya juga populer lho! karena pernah di-SMS SBY ketika Pemilu 2004 lalu. Nah, sekarang giliran KPU yang sms saya. Pokoknya, jangan sampai deh 5 atau 10 tahun dan seterusnya di SMS KPK, kan bahaya!

Kembali ke pokok permasalahan. Apakah efektif sosialiasi pemilu. Biasanya kita (apalagi yang jarang dapat sms) seneng banget kalo ada sms masuk, ya nggak. Tapi kalo saya udah bosan dapet telpon dan sms, maklum calon wartawan, apalagi kalo udah jadi wartawan beberan tambah sibuk....

Jadi, ini-lah isi sms dari KPU itu. SMS yang dikirim oleh mesin dari KPU ini asli tampa ada perubahan sedikit-pun, itu yang dikirim itu yang saya tulis mentah-mentah:

"Tandai pilihanmu dengan centang (V) satu kali di kolom parpol/nomor urut calon/nama calon untuk memilih anggotaDPR&DPRD serta di kolom foto untuk anggota DPD"

Selamat mencontreng pada Pemilu 2009 ini dan jangan lupa PILIH PKS untuk DPR/DPD yang bersih!

Senin, 06 April 2009

Apa Benar PDIP Awasi BLT?

Tulisan ini tergolong sensitif walaupun tidak mengandung SARA. Bisa saja gara-gara ini saya dimusuhi para simpatisan Si Moncong Putih. Sebenarnya sekarang hingga hari pemilu besok adalah hari tenang. Di Riau atau Pekanbaru saya tidak ikut kampanye partai mana-pun. Nah, sekaranglah saatnya berkampanye (bukan kampanye damai Pemilu April 2009).

Jika rajin melihat kampanye PDIP yang dimotori Megawati di TV maka, kita akan sama-sama tahu bahwa salah satu senjata andalannya adalah isu BLT yang tidak tepat guna. itu di awal-awal, kalau sekarang malah PDIP seakan menjadi salah satu partai yang paling setuju dan mendukung dengan BLT. Ini lucu, sebagai partai yang mendeklarasikan diri oposisi menentang BLT eh, seminggu menjelang pemilu legislatif ini mendadak ada iklan PDIP ikut mengawal, mengawasi penyaluran BLT, apa iya itu?

Ini tentu saja sangat mencengangkan, terutama bagi saya yang Pro Partai Biru* dan Putih**. Perubahan sikap Mega atau PDIP ini saya kira tak lepas dari lobi politik yang terus berpenetrasi sambil mencari koalisi, ya PDIP disinyalir akan berkoalisi dengan Golkar!. namun diprediksi jika partai Biru, Putih dan salah satu partai Hijau*** benar-benar berkoalisi maka pemerintahan sekarang akan tetap menjabat lagi.

Multi Partai dan Calon Presiden Beda Partai

Pusing!!!!!. Salah seorang wartawan MetroTv pernah suatu ketika diskak match oleh pengamat politik dari Negeri Obama pada pemilihan presiden USA desember tahun lalu.

Wartawan MetroTv: Bukankah pencalonan presiden Amerika mempunyai kesamaan dengan di Indonesia
Politikus Amerika: Oh, tidak. Beda sekali. di Indonesia, presiden dan wakil dari partai berbeda sedangkan kami dari partai yang sama.

Nah, apa yang dapat ditangkap adalah akan terjadinya multi rencana, multi ide dan visi karena presiden dan wakilnya dari partai berbeda. Itu belum merambah ke dunia peraliansian, jika iya tambah rumit!!!!. Ya sudah, kita terlalu jauh. Jelasnya jangan lupa kita wajib nyontreng, setidaknya menghindari terpilihnya calon legislatif yang tidak Qualified menurut kita.

NB: *: Demokrat, **: PKS, ***: PKB atau PPP
PILIH PKS untuk DPR/MPR YANG BERSIH, kalau ternyata masih kotor juga baru kita gugat sama-sama.

Minggu, 05 April 2009

Pemilu April 2009, Harus Jujur dan Adil

Sekarang bukan saatnya jadi Hantu Golput dan kemungkinan besar tidak ada lagi intervensi kampanye dari siapapun. Sudah 20 tahun, rugi dong Golput 'kan haram!

Rencananya, 9 April 2009 besok harus nyoblos eh, nyontreng, di RT sendiri dekat rumah dan semoga saja tidak hujan. Jika ada pencelupan jari, saya akan celupkan jari kanan tengah (jari hantu kalau saya bilang) untuk membalas perbuatan seseorang.

Pemilu April 2009 Harus Jujur dan Adil

Ini sebenarnya slogan pemilu pada masa Orde Baru, Jurdil, Jujur dan Adil. Apa maksudnya jujur dan adil?. Ya, dalam memilih nanti kita harus jujur pada hati nurani bahwa calon parlemen yang tak berkualitas walau mereka menyogok kita dengan uang, wakaf tanah kuburan, janji aspal jalan sana-sini jangan dipilih. Kita harus tetap jujur dalam memilih yang paling berkualitas dan benar-benar menjadi wakil kita di legislatif.

Adil, kita harus adil kalau ingin memilih calon parlemen dari Partai B ya pilih semua, contreng semua jangan satu-satu, itu baru adil. Wah, kok harus gitu??, itu kan bisa membuat suara kita hangus?. Lho, bukannya di iklan-iklan kita disuguhkan: "Pilih nomor 23" Pilih PDIP", "Pilih nomor 9". Nggak ada contreng sianu, nomor sekian bukan? Ya sudah "PILIH PKS, kembalikan nama baik parlemen yang bersih".

NB: Paragraf paling bawah menyesatkan kecuali satu kalimat terakhir.

Rabu, 25 Februari 2009

Jadi Wakil, Wakil Apa Yang Enak

Waktu kelas X (satu SMA) saya pernah jadi wakil ketua kelas, memang enak, sebab saya tidak pernah bekerja tapi sekali bekerja kewalahan. Waktu itu (sudah hampir empat tahun lalu) ketua kelas kami pergi ikut kejurnas Tae Kwon Do di tanah Jawa, akhirnya saya yang terlena sudah hampir satu tahun santai-santai saja mendadak terkejut dan merasakan bahwa ternyata tidak enak juga jadi wakil.

Jadinya, jadi wakil apa yang enak?. Saya sebenanya tertarik pada tulisan Pak Syamsul Bahri Samin, Wakil Pemimpin Redaksi Riau Pos, yang tulisannya terbit pada Minggu, 22 Februari lalu. Judul tulisan mantan guru ini adalah "Gila" Caleg, Bisa-bisa Caleg gila". Dalam tulisan di kolom Catatan Akhir Pekan Koran Harian Terbesar di Sumatra itu menerangkan begitu antusiasnya para calon anggota dewan yang terhormat dalam bersaing menjadi anggota legislatif.


Ternyata, dari tulisan itu, benar bahwa jadi wakil yang paling enak itu adalah menjadi wakil rakyat, lho kenapa?. Lha, buktinya semenjak pendaftaran menjadi calon legislatif dibuka untuk mewakili rakyat di lembaga legislatif, peminatnya luar biasa ramai, persiangannya juga jadi seru. Berarti jadi wakil rakyat enak betul.

Sehingga, caleg (calon legislatif) se-partai-pun saling sikut demi tergabung dalam deretan bursa Caleg ini. Untung nomor urut tidak menjadi penentu seperti pemilihan sebelumnya, persaingan bisa tambah seru. Segala cara, mungkin, akan dilakukan untuk menyingkirkan calon nomor urut satu.

Mereka-pun menabuh genderang mencari simpati rakyat yang akan diwakilinya, terkadang, datang kepada kita seakan-akan menyembah. Beri bantuan ini, kasih bantuan itu, macam-maca-lah pokoknya cuma intinya satu "PILIH SAYA". Setelah terpilih, sudah pakai dasi, sudah pakai sepatu mengkilat, dalam mobil mewah pula. Baru saya ragu dia masih akan melihat kita-kah?, yang "mengangkatnya" sampai pemilihan caleg berikutnya.

Kamis, 19 Februari 2009

Barack Obama Supremasi Kulit Putih

Barack Obama dan Supremasi Kulit PutihBerandai-andai orang semcam Barack Obama, kulit hitam, dilantik lebih cepat 40 tahun maka tidak ada supremasi hukum orang-orang kulit putih terhadap orang kulit hitam di Amerika. Negara yang mengaku negara demokrasi dan menjunjung tinggi Hak Asazi Manusia tertua ini, sejak pertama kemerdekaannya (abad 18), malah sangat diskriminatif terhadap orang kulit hitam.

Jadi jika ada orang Amerika yang mengatakan bahwa mereka (negaranya) telah menjaga HAM dan demokrasi seratus tahun lebih atau satu abad, Anda bisa mendebatnya. Bagaimana suatu negara mengklaim mereka negara demokrasi tapi HAM masih dilanggar, masih diskriminatif terhadap suatu etnik.

Soal etnik, Amerika Serikat (United States of America) bahkan masih sangat berbau rasis hingga tahun 60-an atau 70-an. Jangan harap dengan nama Asia Anda akan mudah mencari kerja. Hal ini tentu saja mengingatkan kita bagi orang Indonesia yang memberi nama anaknya dengan nama Jawa, padahal mereka orang minang kabau atau orang Melayu pada tahun 70-an hingga 80-an, tapi anehnya orang-orang Jawa yang ada di daerah seumpama di Riau ini malah, malah jadi korban diskriminatif penduduk lokal.

Foto diatas adalah presitiwa Lynching, yang terjadi sekitar tahun 1930.

10.000 masa kulit putih nekad mengamuk dan menggelandang dua pemuda kulit hitam dari penjara, serta menghukum mereka dengan hukuman gantung tanpa keputusan hakim. Kedua pemuda ini dituduh memperkosa seorang gadis kulit putih, peristiwa terjadi di Marion-Indiana, dimana pengadilan massal sering sekali terjadi jika pelaku yang menjadi tertuduh adalah warga kulit hitam.

Foto pengadilan masal seperti ini dulu sering dibuat menjadi postcard untuk menunjukkan supremasi kulit putih. Wajah mayat yang digantung berbanding kontras dengan kepuasan yang diperlihatkan warga, sebuah monumen kekejaman dan sikap barbarian.

Senin, 22 Desember 2008

(Kalau) Golput Haram, Kacau Nih..

Seperti yang telah sampaikan Hendrawan itu paling doyan golput (golongan putih, katanya..). Lah, baru-baru ini terendus oleh saya ada yang ingin atau bermaksud menfatwakan golput haram, kan kacau.. orang bilang golput itu juga sebuah pilihan. Akhirnya menuai kontroversi-lah masalah ini. Karena merasa agak ketakutan saya-pun melakukan riset kesana-sini di internet, nah dapatlah fakta-fakta tentang Fatwa GOLPUT HARAM berikut ini:

Ketua MPR RI, Hidayat Nurwahid: "Saya menyarankan agar dibuat fatwa antara MUI, NU dan Muhammdiyah agar mengeluarkan fatwa haram bagi golput. Peran serta umat sebagai pemilih sangat tinggi dan penting."

- Ketua PBNU KH Masdar F Mas`udi: Fatwa Golput Haram Tak Relevan.
- Gusdur: Nggak Usah Fatwa Golput Haram.
- Hasyim Muzadi : "Ya, saya setuju (Golput Haram,red)."
- PPP: Dukung Fatwa Golput Haram.
- Bawaslu: Dukung fatwa haram golput.

Karena tidak puas dengan hasil diatas, maka saya pun merayap ke detikforum dan hasilnya:

Habislah KPU dicerca.

Intinya Golput itu haram hanya - baru - wacana, belum ada keseriusan untuk kesana. Majlis Ulama Indonesia (MUI) aja bilang begini: "Jangan semua dibawa ke agama. Nabi bersabda, kamu itu lebih tahu soal duniawiyah. Soal agama itu dari Allah dan Rasulnya, tetek bengek soal dunia, politik, diteliti dulu, dan nggak harus difatwakan. Nanti MUI memfatwakan angin, MUI khawatir fatwa bisa menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal," seperti yang diudarakan Detik.com.

Rabu, 03 Desember 2008

Dosa-dosa Keluarga Bush

George W. BushGeorge H. W. Bush
















Kepemimpinan keluarga Bush terbukti tidak pernah berhasil dan berjaya dalam sejarah Amerika (United Stated of America) maupun dunia. Bush - yang sejatinya berarti semak-semak atau rumput kecil yang tumbuh liar - hanya meninggalkan kesusahan dan kesulitan bagi pemerintahan setelahnya. Sebuah pepatah mengatakan: "Buah jatuh tak jauh dari pohonnya" hal ini-lah yang cocok untuk menggambarkan korelasi Bush Tua (George Herbert Walker Bush)dan Bush Muda (George Walker Bush), yang tidak lama lagi akan lengser itu. Kedua-duanya hanya membuat susah Amerika dan dunia.

Jadi apa kesalahan-kesalahan Bush hingga dosa-dosanya menumpuk dan divonis sebagai tukang buat susah?, mari kita cermati:


Bush Tua telah meletuskan perang Teluk 1 menghadapi Irak yang saat itu dipimpin oleh Saddam Husein muda. Misi Amerika gagal menundukkan Saddam. Bush Tua meninggalkan kehancuran, carut-marut ekonomi Amerika bagi presiden selanjutnya, Bill Clinton.

Bush Muda atau George Walker Bush, mengirim pasukan ke Afganistan hingga membuat rakyat negara itu sengsara hingga kini. Bush menganak-emaskan Israel hingga negara Yahudi itu leluasa membombardir dan mengoyak-ngoyak Hak Asasi rakyat Palestina dan negara sekitarnya.

Bush Muda secara tidak langsung menuduh Indonesia negara agressor dan mengcap pula sebagai negara sarang teroris. Bush Muda menyerang Irak, yang pada akhirnya keputusan yang telah merenggut nyawa ribuan tentara Amerika ini ia sesali. Akibat dari agresi militer pimpinan Bush terhadap Irak sejak 2003 (Perang Teluk II) setiap hari ada laporan orang mati disana, hingga hari ini. Serangan rezim Bush generasi ke-2 ke Irak ini tidak lebih dari hasrat dendam keluarga, dengan dalih bom nuklir yang tidak terbukti sama sekali, hingga intelijen Amerika dianggap tidak kredibel lagi.

Sama seperti Bapak-nya, Bush muda juga meninggalkan krisis ekonomi kepada pemerintahan Barack Obama. Kehancuran ekonomi Amerika di tangan Bush muda ini akan lebih parah dari terpuruknya ekonomi pada zaman Bush Tua dahulu.

Diujung-ujung masa jabatannya Bush akhirnya mengakui kesalahan (lebih tepatnya dosa-dosa)-nya kepada salah satu chanel berita terkemuka dunia pada Selasa, 2 Desember lalu. Siapa yang ingin memaafkannya?

Rabu, 05 November 2008

Barack Obama Menang, Apa Untungnya Indonesia?

Barack Obama Menang, Apa Untungnya Indonesia?Akhirnya kandidat Presiden Amerika Sarikat, Senator Barack Obama Menang juga pada pemilihan presiden Amerika 2008 yang berlangsung pada 4 NOvember waktu setempat. Setelah diumumkan pada malam pemilihan atau pada petang ini waktu Indonesia Barat, Senator Amerika keturunan Afrika ini akan memimpin negaranya mulai 20 Januari 2009 hingga 4 (empat) tahun mendatang.

Lalu apa untungnya bagi kita, negara Indonesia?, akan berdampak signifikankah. Mungkin sebagian dari kita berharap, dengan pernahnya Barack Obama ini merasakan kehidupan di Indonesia, maka sedikit banyak dia - sebagai Presiden Negara Adidaya - mengingat hal itu dan kita mendapat keberpihakan dalam beberapa hal. Segi politik ataupun ekonomi, realistis?.

Walau bagaimanapun Obama tetaplah warga Amerika dengan haluan demokratnya, mungkin saja dia tidak lagi mengingat bahwa dia pernah jadi anak angkat orang Indonesia, tinggal dikawasan kumuh Jakarta, mungkin tidak lagi ingat teman-teman kelas semasa SD-nya atau bahkan dia 'mungkin' tidak ingat lagi siapa dulu wali kelasnya. kita hanya berharap dia hanya lupa dilisan tapi tidak di hati.

Tidak bisa dipungkiri, hampir seluruh dunia menyambut kemenangannya termasuklah presiden SBY. Dengan hasil pemilihan ini Barack Obama memecahkan dua rekor sekaligus: sebagai calon presiden kulit hitam pertama dan presiden kulit hitam pertama Amerika.

Saya mengakui sejak dia ikut masuk bursa pemilihan calon presiden Amerika dari partai demokrat, saya mulai serius memperhatikannya. Kenapa? dia muda, saya ingin melihat presiden Amerika yang berkulit hitam selagi saya masih hidup. Obama adalah orang kulit hitam paling berpengaruh di Amerika sejak Abraham Lincoln membebaskan perbudakan terhadap kulit hitam puluhan tahun lalu dari negara paman sam itu. Kita hanya bisa bersama-sama berharap, terpilihnya Barack Obama membawa dampak baik bagi Indonesia, dunia dan yang paling penting membawa dampak baik bagi negara-negara timur-tengah dan negara-negara muslim.

Senin, 22 September 2008

Hantu Golput, Kampanye Emak, Bapak dan Mbak

Saya mulai Golput (gulangan putih alias nggak ikut milih) sejak pemilihan langsung Presiden Tahun 2004 lalu (pantas dong, kan baru 16 tahun!?). Waktu itu saya ingin pilih SBY dan dia akhirnya menang. Kemudian pemilihan Wali Kota Pekanbaru saya juga Golput, saya ingin pilih Herman Abdullah dan dia juga menang. Disambung lagi dengan pemilihan Presiden Mahasiswa, Bupati Jurusan hingga Gubernur Fakultas saya juga Golput. Hebatnya calon yang akan saya pilih selalu menang, termasuklsh Bang Eddi Rusydi, Presma BEM UIN Suska yang sekarang menjadi teman akrab.

Nah Pilkada Riau 2008 untuk memilih Gubernur Riau hari ini, Senin 22 September, akan dilangsungkan saya juga akan Golput lagi, loh Kenapa?.
Mulanya saya ingin pilih pasangan drh Chaidir MM-Suryadi, maka datanglah Bapak dan Emak yang pendukung Rusli Zainal dan langsung berkampanye:

Bapak: Dikau milih siape Hend? (agak tidak serius seperti biasanya)
Hendrawan: drh. Chaidir MM lah (sambil cengengesan)
Bapak: Nah, ini dia dengar. Kalau Chaidir menang nanti kita semua dibuat macam hewan...
Hendrawan: Apa pasal Pak?
Bapak: Dia-kan dokter Hewan
Hendrawan: O... (Bengong)
Bapak: Nah, kalaw Thamsir itu Raja, nanti dia bisa diktator dan kejam..
Hendrawan: O.. (garut-garut kepala)
Emak: Kalaw Rusli dah terbukti (emak ikut kampanye)
Mbak: Sudahlah.. pilih aja Rusli, mana tahu dapat THR lagi (ketawa-ketiwi sambil menggendong Arif yang baru berumur sebulan)
Hendrawan: O... (masih senyam-senyum, Golput aja ah, males milih)
Bapak: Kalaw Dikau nak milih Chaidir Golput ajelah Hend (wih, kayak ngancap tapi kok senyum)

Akhirnya Hendrawan-pun Golput untuk kesekian kalinya. Tapi kalau saya ikut milih saya akan pilih Rusli Zainal - Mambang Mit. Tapi hari bercerita lain, pulang dari nyoblos bapak datang lagi ke saya.

"Hend, pergilah milih (sambil menyodorkan kartu pilih). Lalu keluarlah wejangan:
"Tengoklah, siapa-pun yang terpilih tak akan menolong kita, pilih-lah yang sudah pernah, dia tahu apa yang akan diteruskan (Rusli)."

Akhirnya, saya nyoblos dan menusuk dada Rusli-Mambang.

Jumat, 11 Juli 2008

Hendrawan (mungkin) Mahasiswa Anti Demo

Dengan tidak bermaksud memasukkan diri dalam jajaran Mahasiswa anti demo, Hendrawan adalah seorang mahasiswa yang tidak suka dengan aksi demonstrasi dan tidak suka ikut berkecimpung di dalamnya. Terutama tentang isu kenaikan BBM.

Sebagai penulis "Menyampaikan aspirasi melalui tulisan jauh lebih menghilangkan dahaga dari ketidakpuasan itu." Mungkin saya dan teman-teman bisa saja tergabung dalam aksi demo menentang kebijakan yang tak populis itu ketika sebagian aktivis kampus mengajak kami.

Suatu ketika saya menerima SMS dari Presiden Mahasiswa kampus saya (UIN Riau) yang isinya begini:
"Keputusan pemerintahan SBY-JK yang tidak populis betul-betul melukai hati rakyat......." seketika SMS Presma yang baru dilantik beberapa minggu yang lewat ini sempat memancing saya untuk ikut aksi demo.

Tapi saya kira sebagai penulis Hendrawan sudah puas protes lewat tulisan, toh habis tenaga dan panas-panasan di tengah jalan pemerintah tetap tidak bergeming. Jika ditulis, tulisannya mingkin masih dibaca orang hingga tiga tahun ke depan tapi, jika demo apa ada yang (mau) melihat?, paling ditayangkan di TV beberapa kali dan setelah itu terlupakan.

Rabu, 11 Juni 2008

Max Moein dan The Changcuters

Ada dua hal yang mengusik alam pikiran saya baru-baru ini. Pertama, mungkin masih segar dipikiran kita tentang skandal pelecehan seksual yang menyeret nama Max Moein, anggota DPR RI. Max Moein (diduga) melakukan tindak asusila terhadap assistennya, Desi Vidyawati yang hingga tulisan ini saya terbitkan belum juga usai masalah tersebut.

Kedua, meroketnya Grup Band unik asal Bandung, The Changcuters bersama hits fenomenal mereka yang berjudul Racun. Bahkan Grup Band ini menyentuh kepekaan hati pemerintah, bisa dilihat dengan dianugrahkannya The Changcuters sebagai Grup Band paling kreatif. Namun sayang tak semua yang peka terhadap hits racun The Changcuters,
buktinya Max Moein terkena "Racun Dunia" (Lho, apa relasinya?? kasus Max Moein terjadi jauh sebelum lagu itu populer-kan??).

Ya jelas ada, seharusnya Max Moein sadar assistennya itu adalah salah Racun Dunia walaupun The Cangcuters belum memberitahukannya, dan dia harus super hati-hati. Lihat saja ternyata bukan hanya Max Moein yang telah teracuni. Menurut Badan Kehormatan DPR, salah seorang stafnya juga pernah mengalami perceraian akibat ulah si Desi Vidyawati ini. (saya dengan tidak sedikitpun membela Max Moein).

Apa yang dapat diambil?, ternyata dibalik syair lagu juga terselip pesan-pesan moral dan nasihat, bukan cinta-cintaan (baca cengeng) melulu, dan The Changcuters perlu dicontoh dari sisi kekreatifan dan keunikannya.