Sabtu, 04 Juli 2015

Come back!

Kapana Blog ini terakhir kali update? What? 2013!!
Ya 2013 itu masa suram dimana pendapatan dari online terjun bebas ke titik nadir, seiring dengan kehadiran makin banyak pesaing, juga dari kalangan junior di Blogger Bertuah, semangat Blogging-pun meluntur.

Jadi semangat nge-blog ini korelasinya positif dengan earning yang didapatkan dari blogging itu. Antara tahun 2011-2013 itu, pendapatan online berada pada puncaknya, istilahnya bulan muda-nyalah itu waktu. Semangat Blogging for Money waktu sangat tinggi, bahkan sampai harus membayar 3 orang penulis lain untuk mengimbangi semangatnya.

Tapi pada waktu bersamaan, update blog pribadi, sosial dan opini tetap aktif. Tetap update walaupun mulai jarang blog walking, karena pada masa itu ada mainan baru yang mulai nagih, namanya Facebook.

Begitu pendapatan online terjun bebas, semangat blogging hilang. Hilang sampai ke dasar. Memang di saat yang sama pekerjaan real life sudah begitu sibuk, ini tidak bisa ditinggal, kendati perbandingan penghasilan real life dan online waktu itu 1:8 kadang 1:11, tapi real life lebih stabil, bahkan bertahan hingga sekarang.

Singkat cerita, jelang hari lahir saya yang ke-27 ini, ada keinginan ingin come back ke dunia Blogging. Salah satu dorongan itu adalah ketika blogging sudah mulai ditinggalkan. Bahkan minat anggota Blogger Bertuah, komunitas Blogger Pekanbaru yang saya dirikan pada akhir Februari 2009 lalu, juga rendah, termasuk para anggota barunya.


 
Semoga dengan come back ini bisa menyibak lagi, meraba lagi, menyapa lagi kawan-kawna Blogger se-Nusantar yang sekarang entah dimana rimbanya. Happy Blogging!

Jumat, 17 Mei 2013

Puisi Cinta Sedih


 Menyalurkan kembali hobby menulis puisi cinta. Tapi bukan berarti menulis puisi dalam tema dan suasana serta dimensi lain, karena dari dulu memang dulu menulis puisi cinta dan puisi sedih. Namun dibawah ini khusus untuk puisi cinta sedih. Kenapa temanya puisi cinta sedih? Silakan resapi isinya.
----------------------------------

Lelah Hati

Menangis aku dalam hati, dikala air mata tak lagi mampu menerjemahkan pilu 
Aku benar-benar tersudut dalam badai yang dalam, hingga teriakan perih tak lagi berarti 
 Beban inipun seperti takkan rela kubawa mati 

Tuhan, hatiku lelah... 
Berikanlah aku penawar nyeri penghapus seribu luka, agar hati ini istirahat selamanya

----------------------------------
Saat ini sudah hampir berhenti menulis puisi karena kesibukan di duni jurnalistik. Hanya sesekali mencoba menggali lagi isi hati untuk dijadikan tinta menggambarkan suasana hari-hari dalam kehidupan kita semua.  Puisi cinta sedih ini sendiri sebetulnya tidak tepat masuk kategori puisi cinta, karena hanya ada patah hati dan kehilangan semangat dalam mengejar cinta.

Rabu, 25 April 2012

Menulis Cerpen

Teringat beberapa tahun lalu waktu masih rajin-rajinnya nulis cerpen, rasanya setiap kejadian itu ingi dikarang dan dibuatkan cerpen. Bahkan, ada beberapa cerpen yang sudah selesai namun tidak sedikit pula yang terlantar.

Semangat menulis cerpen itu sebenarnya datang dari dorongan teman-teman yang memberikan apresiasi lebih terhadap beberapa karya yang sempat mereka baca. Apalagi soal cerpen percintaan yang lebi sering menggambarkan cerita aslim benar-benar terjadi serta tentunya bukan fiksi.

Aksinya, puncak dari rasa semangat untuk memproduksi cerpen ini adalah, saya membeli sebuah buku khusus tulisannya untuk isi cerpen karangan saya sendiri. Sayangnya, karena sebuah insiden buka ini hilang entak kemana, tidak tahu lubuknya.

Kehilangan buku cerpen sempat membuat saya terpukul, karena ada beberapa cerpen di dalam buku itu yang memang sarat emosional karena cerpen ditulis berdasarkan pengalaman pribadi. Saya hanya menyangka, ada orang yang sengaja mengambil koleksi cerpen itu. Entah sirik entak penggemar rahasia semua karya cerpen saya.

Saat ini gimana? Ya moooh aku nulis cerpen lagi. Nggak ada waktu lagi serasanya :D