Ada dua hal yang mengusik alam pikiran saya baru-baru ini. Pertama, mungkin masih segar dipikiran kita tentang skandal pelecehan seksual yang menyeret nama Max Moein, anggota DPR RI. Max Moein (diduga) melakukan tindak asusila terhadap assistennya, Desi Vidyawati yang hingga tulisan ini saya terbitkan belum juga usai masalah tersebut.Kedua, meroketnya Grup Band unik asal Bandung, The Changcuters bersama hits fenomenal mereka yang berjudul Racun. Bahkan Grup Band ini menyentuh kepekaan hati pemerintah, bisa dilihat dengan dianugrahkannya The Changcuters sebagai Grup Band paling kreatif. Namun sayang tak semua yang peka terhadap hits racun The Changcuters,
buktinya Max Moein terkena "Racun Dunia" (Lho, apa relasinya?? kasus Max Moein terjadi jauh sebelum lagu itu populer-kan??).
Ya jelas ada, seharusnya Max Moein sadar assistennya itu adalah salah Racun Dunia walaupun The Cangcuters belum memberitahukannya, dan dia harus super hati-hati. Lihat saja ternyata bukan hanya Max Moein yang telah teracuni. Menurut Badan Kehormatan DPR, salah seorang stafnya juga pernah mengalami perceraian akibat ulah si Desi Vidyawati ini. (saya dengan tidak sedikitpun membela Max Moein).
Apa yang dapat diambil?, ternyata dibalik syair lagu juga terselip pesan-pesan moral dan nasihat, bukan cinta-cintaan (baca cengeng) melulu, dan The Changcuters perlu dicontoh dari sisi kekreatifan dan keunikannya.
Ya jelas ada, seharusnya Max Moein sadar assistennya itu adalah salah Racun Dunia walaupun The Cangcuters belum memberitahukannya, dan dia harus super hati-hati. Lihat saja ternyata bukan hanya Max Moein yang telah teracuni. Menurut Badan Kehormatan DPR, salah seorang stafnya juga pernah mengalami perceraian akibat ulah si Desi Vidyawati ini. (saya dengan tidak sedikitpun membela Max Moein).
Apa yang dapat diambil?, ternyata dibalik syair lagu juga terselip pesan-pesan moral dan nasihat, bukan cinta-cintaan (baca cengeng) melulu, dan The Changcuters perlu dicontoh dari sisi kekreatifan dan keunikannya.