Spiga

Jadi Wakil, Wakil Apa Yang Enak

Waktu kelas X (satu SMA) saya pernah jadi wakil ketua kelas, memang enak, sebab saya tidak pernah bekerja tapi sekali bekerja kewalahan. Waktu itu (sudah hampir empat tahun lalu) ketua kelas kami pergi ikut kejurnas Tae Kwon Do di tanah Jawa, akhirnya saya yang terlena sudah hampir satu tahun santai-santai saja mendadak terkejut dan merasakan bahwa ternyata tidak enak juga jadi wakil.

Jadinya, jadi wakil apa yang enak?. Saya sebenanya tertarik pada tulisan Pak Syamsul Bahri Samin, Wakil Pemimpin Redaksi Riau Pos, yang tulisannya terbit pada Minggu, 22 Februari lalu. Judul tulisan mantan guru ini adalah "Gila" Caleg, Bisa-bisa Caleg gila". Dalam tulisan di kolom Catatan Akhir Pekan Koran Harian Terbesar di Sumatra itu menerangkan begitu antusiasnya para calon anggota dewan yang terhormat dalam bersaing menjadi anggota legislatif.



Ternyata, dari tulisan itu, benar bahwa jadi wakil yang paling enak itu adalah menjadi wakil rakyat, lho kenapa?. Lha, buktinya semenjak pendaftaran menjadi calon legislatif dibuka untuk mewakili rakyat di lembaga legislatif, peminatnya luar biasa ramai, persiangannya juga jadi seru. Berarti jadi wakil rakyat enak betul.

Sehingga, caleg (calon legislatif) se-partai-pun saling sikut demi tergabung dalam deretan bursa Caleg ini. Untung nomor urut tidak menjadi penentu seperti pemilihan sebelumnya, persaingan bisa tambah seru. Segala cara, mungkin, akan dilakukan untuk menyingkirkan calon nomor urut satu.

Mereka-pun menabuh genderang mencari simpati rakyat yang akan diwakilinya, terkadang, datang kepada kita seakan-akan menyembah. Beri bantuan ini, kasih bantuan itu, macam-maca-lah pokoknya cuma intinya satu "PILIH SAYA". Setelah terpilih, sudah pakai dasi, sudah pakai sepatu mengkilat, dalam mobil mewah pula. Baru saya ragu dia masih akan melihat kita-kah?, yang "mengangkatnya" sampai pemilihan caleg berikutnya.


Artikel dan Cerita lainnya



7 komentar:

  www.katobengke.com

25 Februari 2009 15:32

wah mending jadi wakil kelas dari pada wakil rakyat so ntar diakhirat mereka akn mempertanggungjawabkan tugas mereka....
iyakan...

  Kristina Dian Safitry

25 Februari 2009 16:11

ada enaknya,tapi banyak gak enaknya,he..he..

  Atca

25 Februari 2009 16:18

bener juga...buktinya mereka rebutan ngga karuan, saling menjatuhkan dan berani modal besar...berarti enak kan? hehehehhe

Sebetulnya menjadi wakil rakyat itu tanggung jawabnya besar....tanggung jawab didunia dan di akhirat tentunya..

  sunardi

26 Februari 2009 13:05

Wakil rakyat? hehehehe... nambah sampah dipinggir jalan aja.

"Coblos saya!" hehehehe... sadisme banget.

  Sang Penyamun

27 Februari 2009 05:38


PENGUMUMAN

"undang KOPDAR Blogger Pekanbaru"
malam ahad tgl 28 feb di Riau Pos jam 8:00 wib
MOHON KEHADIRAN KAWAN2
agenda slaturahim dan pembentukan komunitas
Blogger Kota Pekanbaru

  Arpan

27 Februari 2009 10:11

Wah wah ... mas2 ini ... jangan lupa yah nanti pilih saya ! Partai Blogger Indonesia

wakakakak...

  Hendrawan

27 Februari 2009 10:47

@Arpan: boleh2x, saya tunggu deklarasinya..

Poskan Komentar

Apa Komentar Anda? dan coba jelaskan mengapa tidak berkomentar.. (don't do spam yach ^_^)