Aduh... kontroversi soal Bantuan Langsung Tunai (BLT) sepertinya tak pernah selesai. Ketidak-becusan pengurus distribusi BLT terus berlanjut. Maka salah satu partai dalam Pemilu 2009 lalu mengunakan hal ini sebagai senjata untuk menyerang lawan politiknya.
Kasus terbaru adalah semerawutnya pembagian sembako BLT yang terjadi di Tasikmalaya, hasilnya banyak pengantri BLT yang menjadi korban karena berdesakan. Memang, kelihatannya aparat tidak serius mengurus pendistribusian BLT, masak cuma ada satu tempat distribusi untuk kota seperti Tasikmalaya?, kontanlah ada seribuan orang yang berdesak-desakan dan mengakibatkan beberapa pingsan.
Hal ini yang yang disinggung Megawati ketika kampanye lalu. Bahawa BLT tidak tepat sasaran. Tapi beberapa waktu kemudian PDI-P mengklaim, bahwa mereka turun ke lapangan mengawasi pendistribusian BLT, dan iklan itu-pun muncul hampir di seluruh TV swasta nasional.
Tapi, setelah melihat kasus terakhir BLT di Tasikmalaya pada Seni (20/4) lalu itu, tampaknya klaim tersebut hanya selogan untuk mencari, menarik simpati saja.
Mengapa Harus Ada Korban BLT?
Untuk kasus terakhir di Tasikmalaya, penyebab utamanya adalah penyerahan BLT yang dipusatkan pada satu titik. Apa hal ini untuk menghemat biaya operasioanl pendistribusian?. Ayo dong PDI-P, awasi lagi biar lancar dan tepat sasaran BLT-nya, agar tidak ada lagi korban.

10 komentar:
21 April 2009 10:16
Iya nih blt tdk tepat sasaran...
Bikin orang jatuh pingsan aja
21 April 2009 10:33
apa kabar?
hehehee partai sama bu***, dan sarat kepentingan semua statementnya.
21 April 2009 16:36
drama kesengsaraan rakyat dipolitisir
21 April 2009 22:05
Salam Kenal
BLT ... Bantuan Langsung Tewas ... karena berdesak-desakan antri berjam-jam ....
22 April 2009 08:07
jangan lupa berkunjung ke blogku ya
23 April 2009 13:54
hmm.. iya nih.. udah habis pemilu kenapa pengawasan BLT tidak dilanjutkan lagi?? mana nih mana????
23 April 2009 19:00
keknya BLT tujuan utamanya untuk narik perhatian massa aja. setelah abis penyontrengan ya abis juga.
buat korban yang sampe pingsan2 miris banget ya
25 April 2009 11:49
salam kenal
BLT memang policy yang politis
25 April 2009 11:51
BLT menjadi bahan ngedabruzzznya Parpol
25 April 2009 12:00
sebenarnya program dari pemerintah ini sudah tepat.. yang salah orang2 yang menyalurkannya.. iya ngga..??
Poskan Komentar
Apa Komentar Anda? dan coba jelaskan mengapa tidak berkomentar.. (don't do spam yach ^_^)